Archive for the 'Hitech' Category

02
Sep
11

Why You Should Buy An iPad (2)

First words. You have to buy an iPad!!! Srsly.

Begitulah sodara-sodara, dengan perjuangan saya menabung dan menjual harta benda saya (bukan organ tubuh seperti warga cina yak πŸ˜† ), akhirnya bisa juga kesampaian beli iPad 2!!! iPad 2 white version 3G wi fi 64GB!!! πŸ˜€ I am so proud of it!!! πŸ˜€ And with green smart cover. It’s perfection πŸ˜€

Saya beli dengan penuh perjuangan kenapa??? Karena saya sedikit gambling dalam membeli iPad 2 ini waktu itu. Waktu saya beli iPad 2, iPad 2 belum masuk resmi di Indonesia dan harga pasarannya sangat sangat sangat sangat tidak berperi kemanusiaan (ada yang jual 13juta boooo). I am a mere college student with tight pocket and I don’t wanna pay 2 times more even for an iPad, so I waited and hunted, scrolled through the Kaskus to see if there was a seller who kind enough to sell an iPad 2 with normal price, and there was!!!!!

Jadi ada user dengan post yang sangat sedikit yang menawarkan iPad 2 dengan harga reasonable, waktu itu saya niatnya maw beli yang 32GB aja, white of course, dan dia nawarin dengan harga 7.5jt. It’s perfectly reasonable kalo kamu liat betapa sakitnya harga iPad 2 waktu itu. Hanya saja waktu itu sang seller gak maw nerima rekber dengan alasan dia masi mahasiswa (di malaysia yang berencana buat pulang ke Indo dan bisa nyariin iPad 2 yang udah reles di Malaysia) dan ga punya uang buat nalangin seluruh pembelian iPad 2, akhirnya dia maw nerima pembayaran dp 50%

Karena saya bukan tipe pembeli keburu napsu, dan postingan si user seller dikit banged, saya google user namenya dan saya intip posting2 dia sebelumnya. Waktu saya googling nemu fesbuknya, dan ehem, now this is me being ridiculous, I saw his profile picture and found him quite….cute…. At least tampangnya bukan tampang2 penipu, dan dia berpose di depan masjid sambil pake sarung (seperti gaya orang maw sholat). The point is, as my friends said when I told them this, I trusted the seller based on his face! πŸ˜† Dan postingan-postingannya juga di kaskus ga ada posting aneh2. Dan akhirnya saya menyerahkan kepada Tuhan dengan mentransfer 4juta ke dia sebagai depe.

Dan tiba2, dia ngasi kabar bahwa iPad 2 32 GB 3G yang white udah sold out di mana2, including foto antrian gila2an di depan Apple Store malaysia. Actually, I was supposed disappointed, tapi dia menambahkan kalau dia udah ngebeliin iPad 2 32GB 3G yang Black, in case kalau iPad 2 bakal sold kalo gak dibeli lgsg dan kalau saya maw ganti yang black aja. Tapi saya bilang saya pengen banged yang white (because yeah, I couldn’t get my hands to white iPhone 4, now I want iPad 2 white so baaaddd!!!!), dan dia berbaik hati bilang kalau dia bakal cariin lagi di toko biasa.

Dan akhirnya dia nemu, yang white, walaupun akhirnya yang 64GB.

And this is my iPad 2 now in my hands πŸ˜€

So, karena saya udah out of topic dengan menceritakan sejarah kenapa ada sebuah iPad 2 di tangan saya, saya kembali ke permasalahan seperti yang dikasi taw judul postingan ini.

Why should you buy an iPad?? moreover an iPad 2???

First, because iPad is the best thing ever made after the sliced bread iPod. FYI, iPod adalah barang Apple pertama yang saya punya, iPod mini 6GB warna biru, dan itu waktu jaman saya SMA. And the feeling when you got an iPod in your hands for the first time……AWESOME!!! Waktu saya punya iPod, mp3 player masi sangat jarang, dan orang2 masi banyak yang make walkman dan discman. Waktu itu aja saya masi punya walkman dan dengerin mp3 cuman di hape dengan konversi yang parah. Perasaan ketika kamu gak perlu pencet rewind lama2 hanya untuk mendengar satu lagu yang sama berulang2…Perfection. Perasaan seperti inilah yang saya dapat waktu pertama kali pakai iPad. iPad mempunyai fungsi hampir sama dengan komputer dengan mobilitas setara handphone. Dan iPad benar2 mendukung hobi keramat saya, baca fanfic. Sekarang punggung dan leher saya tidak perlu lagi merasa keram karena kelamaan duduk di depan Macko-san atau tidur tengkurap di atas ranjang sambil menatap macko-san.

Second, It’s a whole different experience with iPad that you never get from any devices!! You get an iPad and open the twitter app, it’s awesome! It’s different!!! And it’s beautiful! Bukan hanya twitter saja, tapi masi banyak lagi experience2 yang cuman bisa didapat dari iPad. Seperti Flipboard, one of my fave app, Di mana kita bisa simpan rss situs favorit kita dan baca artikel di situs tersebut dengan penampakan seperti majalah, and it’s beautiful, I loveeeeeee the UI so freaking much!!! And it’s free!!! Saya gak pernah merasakan experience membaca sebuah situs seperti membaca di Flipboard. Selain rasakan perbedaan melakukan social network macam twitter, facebook, tumblr, dan lain-lain dengan feeling yang berbeda, apalagi kalo dibandingkan dengan feeling di BB…hah!!!! It’s different when you read a pdf or ebook or when watch movie.

Third, the apps!!!! iPad’s apps are incredible, so beautiful in design. Saya gak terlalu into dengan apps games, karena saya bukan gamer, dan saya cuman pakai apps2 yang saya perlukan saja. Aplikasi musicnya terutama Garage Band superb (dah ada yang bikin album dari apps ini), dan iWork untuk menunjang pekerjaan seperti word, presentasi atau excel. Kemudia aplikasi IMDB dan Rotten Tomatos buat pecinta movie seperti saya, dan apps dua ini bener2 kereeeen!!! Dan rasakan sensasi berbeda bermain game πŸ˜€ walau bukan gamer, tapi saya pecinta berat game Plants vs Zombies, saya namatin game ini di iPhone dan pas main di iPad benar2 feelingnya bedaaaaaa……!!!! Dan game2 dengan resolusi dan grafik fantastis seperti Contract Killer (i looooveee this game, game tembak2an yang gak terlalu susah maininnya haha) atau Real Racing, Asphalt, atau Infinity Blade.

Dan apps fairy tale kesukaan saya, dengan grafik yang bener2 bagus (dan berbentuk animasi sederhana). Sebenarnya apps seperti ini ditujukan buat anak kecil, cuman saya suka liat apps dongeng2 yang dibikin dengan betul2 indah πŸ˜€

Fourth, It’s Apple!! I have said that I would pay stupid money for something beautiful, and iPad is beautiful, luar dalam!!! Saya gak bakal pernah maw nenteng gadget, hape, laptop yang praktikalnya bernilai 10 tapi desainnya bernilai 3, dan seperti Steve Jobs bilang, (kalo gak salah) the design is practical, kurang lebih begitulah hahaha….

Kadang orang2 pasti bingung antara maw beli iPhone atau iPad, apalagi ini Lebaran dan orang pada dapat THR, I say…. BUY AN IPAD INSTEAD!!!!! Sebagai pemilik iPhone dan iPad saya menyarankan bahwa mending beli iPad, kalian gak akan mendapatkan experience yang berbeda dari iPad di iPhone, dan kelebihan iPhone cuman bisa buat nelpon (di iPad bisa buat SMS kalo dijailbreak dan dengan iPad 3G). Mnurut saya mending punya satu iPad dan satu hape nokia jadul daripada punya satu iPhone 4 dan gak punya iPad πŸ˜† SERIUS!!!

Dan please, jangan menyamakan komputer dengan iPad. iPad ini fusion dari hape dan komputer. Sebagian fungsi komputer bisa dikerjakan di iPad tapi gak semuanya, apalagi yang berat2 macam coding (walau ada apps coding di iPad, but srsly, coding??? on iPad???? )

Jadi buat apa beli iPad donk kalo cuman sebagian fungsi komputer aja yang tercakup? Dude, iPad itu buat orang2 yang memakai komputer untuk hal2 sepele dan lebih ke urusan multimedia, gak semua user PC dan laptop perlu komputer mreka untuk coding, design web dan hal2 berat lainnya. Ada user yang make komputer hanya untuk mengerjakan word sederhana, kirim email, nonton film, dengar lagu dan hal-hal multimedia sederhana lainnya, inilah target pasar iPad, bukan coding geek yang selalu menghina iPad sebagai overpriced toy. Trus kenapa gak beli Netbook aja? Itu tergantung pilihan masing2, for me netbook is piece of junk. Netbook cukup bagi orang2 yang keperluannya basic seperti yang saya sebutkan di atas minus multimedia, dan iPad menawarkan sesuatu yang lebih, jika ingin sesuatu yang lebih (baca: apps) maka pilihlah iPad πŸ™‚ dan ofcourse design, damnit!

Dan bagi yang beli barang2 Apple seperti iPad dan iPhone, please, Go FAQ yourself!!! Baca buku panduannya!! Banyak kenalan-kenalan saya yang ngeluh make iPad susah, make iPhone susah, dan mreka gak baca buku panduannya sama sekali!!! Bagi yang masi first time sama produk Apple, satu yang harus kalian ketahui, environment di produk Apple itu beda dengan produk2 yang lain. Apple membuat produk2nya dengan environment khusus, jadi kalo pake produk Apple dengan mindset environment produk lain, silahkan meratap! Tapiiiii…..sekali kalian mengenal environment Apple, bakal terasa gampangnya (cukup satu software untuk menanggulangi seluruh gadget Apple, I love it!! )

That’s it. Besok2 mungkin saya bakal review beberapa apps iPad atau iPhone πŸ˜€

Advertisements
12
Dec
10

Tragedi Helsinky

Ini adalah salah satu momen tragedi yang menghebohkan di bulan ini. Beberapa hari yang lalu, iPod classic gw, Helsinky hampir dinyatakan ilank.

Di hari yang berhujan, di mana waktu itu fokus seluruh raktyat Indonesia ada di muka Irfan Bachdim (gw juga sih), gw keliling kota jokja, dengan salah satu bff gw, sebut saja Novie. Kelilingnya adalah, sebenarnya, cuman makan di KFC doank terus ke gerai 3 buat beli kartu perdana yang versi mikrochip buat iPhone 4 gw.

Hari itu, gw bawa barang dikid di dalam tas tote gede gw. Cuman empat benda, dompet gw, dan 3 bersaudara kesayangangan gw ofcors, iPhone 3g, iPhone 4 dan iPod classic. Nah, berhubung hari itu gw pake jegging tanpa kantong, gw gak nenteng Helsinky di kantong, tapi dimasukin dalam tas dan sepanjang jalan ga dengerin iPod sama sekali.

Sepanjang jalan pun, yang gw keluarin cuman iPhone 4 (biasa, buat apdet2 status πŸ˜† ), dan gw hampir yakin banged kalo gw gak ada ngeluarin iPod gw sama sekali dari tas.

Dan sesampainya di rumah, gw yakin banged kalo gw langsung ngeluarin tu 3 bersaudara dan langsung dilempar ke atas tempat tidur.

Tapi pas malemnya, maw beli martabak kubang, gw gak bisa nemuin iPod gw. Akhirnya gw pergi beli martabak tanpa taw keberadaan Helsinky. Sepanjang jalan gw cemas loh!!!!

Dan sesampainya di kost, gw bener2 nyariin, sampe ke tong sampah dan di bawah ranjang….dan GAK NEMU!!!!

Gw mulai maw nangis, misuh2, tapi karena ada Novie, gw malu buat nangis. Akhirnya gw pasrah sambil nahan air mata, misuh2 di fesbuk dan twitter, dan mulai hunting iPod Classic di kaskus buat beli baru (fyi, iPod adalah idup gw, gw gak bisa idup tanpa musik -__- )

Tapi yang paling bikin gw paling merasa bersalah adalah, karena gw merasa gw telah menganaktirikan Helsinky sejak iPhone 4 baru gw udah di tangan. Dan gw mulai mengingat di mana gw misuh2 di awal gw beli Helsinky, karena gw rasa lebih worthed beli iPod Touch karena wheel di iPod classic yang baru gak seasik iPod gw yang dulu.

Malam itu gw merasa berdosaaaa sekali, menyesali karena sepanjang jalan gw cuman fokus ke iPhone 4 dengan kartu 3 nya yang buat ngenet di iPhone super duper kencang….

Gw sampai nulis permintaan maaf ke Helsinky via fesbuk, dan berharap dia pulang atau nongol di antara tumpukan barang di kamar gw.

Besoknya, ketika gw di lab, teman2 gw menyambut gw dengan excited. Mereka menebak2 gadget apa yang ilank, dan goddamn mreka nebak kalo iPhone 3g gw yang ilank zzzzzzzzzzzzzz….. (emang waktu di fesbuk gw cuman nulis Helsinky, bukan iPod)

Gw uring2an sejak Helsinky ilank, apalagi gw gak bisa nerima kalo dia ilank karena kecerobohan gw misal (gw kepikiran gw ngeluarin Helsinky di KFC tanpa sadar). Semua planning belanja gw buyaar….karena prioritas utama gw jadinya harus beli iPod classic lagi.

Sampai akhirnya Novie bilang kalo gw sabar2 aja beli iPod Classicnya lagi, manfaatin iPhone 3g gw yang kosong, dan akhirnya gw pasrah melanjutkan nabung.

Sampai gw ke pameran komputer JEC aja gw dah gak napsu beli HD external, padahal rencananya gw maw manfaatkan Helsinky juga buat backup data Macko-san. Gw masi in denial kalo gw bisa ngilangin gadget kesayangan gw. Terlebih karena gw punya rasa bersalah yang sangat ke Helsinky karena gw merasa lalai dan pilih kasih ke gadget gw.

Oke, gw memang sering disebut ama bff gw gak punya sense of belonging, a.k.a gw selalu meletakkan gadget gw di mana2, tapi hey!!! Sebenarnya gw itu punya OCD merhatikan gadget2 gw juga. Walau gw naroh sembarangan, tapi setiap jangka waktu dekat dan tertentu gw selalu meriksa lokasi2 gadget gw. Jadi walo kesannya gw kayak mancing maling naroh gadget sembarangan di warung makan misal, tapi gw bener2 aware ama gadget gw. Karena gw sangat sayang ke gadget gw, melebihi sayang gw ke Si Gembul di rumah.

Dan ketika gw pulang dari JEC, gw mulai beres2 total kamar (including nyikat kamar mandi abis2an, nyapu kamar abis2an). Dan ketika gw mengangkat ranjang satunya ke atas (yang diturunkan waktu Novie nginap di kost), gw melihat siluet item2 di bawah kolong ranjang, dan setelah gw perhatikan, ternyata itu adalah HELSINKY!!!!!

Gw benar2 excited, padahal pas hari H tragedi itu, gw dah periksa kolong ranjang juga pake senter, tapi gak liat apa2.

Gw bener2 senang, dan berpikir, mungkin Helsinky nyuruh gw buat beres2 kamar *sigh*

Dan pelajaran apakah yang bisa dipetik dari ini???? Janganlah mengistimewakan sesuatu. Akhirnya sekarang gw malah memanjakan Helsinky gw dengan belanja pernak pernik iPod seperti transmitter, bluetooth headset, dll, dengan uang yang sebenarnya gw alokasikan buat beli iPod baru.

See, that’s how much I love my gadget. Makanya Helsinky, janganlah kamu meragukan cintaku padamu hahahahahah….

29
Nov
10

Blackberry dan Kawat Gigi

Itu adalah dua hal yang lagi sering2nya gw denger akhir2 ini, blackberry dan kawat gigi.

Pertama, gw tekankan dulu bahwa gw menyadari bahwa gw adalah orang yang cukup (kalau gak maw dibilang sangat) konservativ. Ditambah sesuai dengan golongan darah gw yang A dan bintang lahir gw yang virgo, yang merupakan kombinasi sempuran dari tipe orang yang kaku dan konservativ.

Gah, mungkin gw gak kaku kaku amat, gw cukup moderat dan mengakui perkembangan zaman, tapi hanya saja gw gak maw jadi kormod dengan perkembangan zaman. Gw cukup memperhatikan fashion gw, tapi tentu saja, being konservatif ada beberapa hal yang gak bisa gw terima, yah seperti rambut acak2an, baju acak2an, segala hal acak2an yang disebut mode, I detest it so much.

Gw lebih suka liat, misal, cowo dengan pakaian rapi, rambut rapi, bahkan gw mentolerir cowo yang pake minyak rambut dan menyisir rambutnya dengan rapi walau sekarang sangat jarang, dan cowo yang bersih! Ahh…berapa kali gw sering ngomong kalo gw benci kuliah pagi di kampus gw yang 90% isinya cowo. Yah well, gak perlu lah pake parfum mungkin, tapi at least mandi dan pake deodorant goddamnit!!!

Makanya, gw lebih suka liat channel Fashion TV dengan cowo2 yang memakai jas Burberry dan rambut klimis rapi daripada cowo2 band korea dengan kaos tipis dengan belahan V-neck rendah berwarna pink dengan rambut yang ntah kenapa seperti gak ada akarnya.

Dan sekali lagi, walau gw rasa gw cukup konservatif, tapi gw masih menghargai fashion.

Dan, ke manakah arah pembicaraan kita??

Oke dimulai dari soal kawat gigi dan tanggapan gw sebagai orang konservatif.

Beberapa hari terakhir ini gw sering konsultasi dengan salah seorang bff gw yang baru lulus sarjana KG, dan dia maw koas, dan dia maw minta gw jadi pasiennya. Gw yang emang dari dulu pengen melakukan perawatan gigi besar2an akhirnya setuju dan mulai konsultasi. Ada tiga hal yang gw maw, yaitu ganti tambalan gigi jaman gw esde dulu (yang metal2 warna item itu loh) dengan tambalan gigi warna putih, scaling dan kemudian bleaching alias mutihin gigi.

Yah gigi gw emang gak kuning2 amat, tapi karena gw dari kecil punya kebiasan minum teh yang parah (sampai sekarang), gigi gw gak seputih seperti di iklan Pepsodent itu. Ya bilang aja gw berlebihan, tapi gw pengen gigi gw seputih kertas seperti di iklan pasta gigi itu.

Karena harga bleaching yang lumayan mahal (150rb per satu gigi, swt dah), gw minta izin ama bokap (sekalian minta bantuan dana gitu loh hahah), dan surprisngly, bokap gw malah nyuruh dengan sentosanya. Dia pengen gigi gw seputih iklan pasta gigi itu hahah. (Gw bener2 merasakan betapa banyak DNA bokap gw di gw karena kebanyakan pikiran gw ama beliau sejalan, dan dia sama2 bergolongan darah A sih hahah)

Akhirnya gw konsul2 dengan temen gw soal bleaching dan jadwal gw mulai melakukan perawatan dari awal. Sampai akhirnya kita membahas kawat gigi (karena kawat gigi dan bleaching adalah sama2 kosmetik gigi). BFF gw yang calon dokter gigi ini punya rencana pasang kawat gigi, buat dirinya sendiri ofcors, dan dia bilang kalau dia malah surprise ke gw yang lebih maw bleaching daripada masang kawat gigi (yang gw tekankan lagi, gigi gw cukup bagus, gak mereng2 dan rata, memang gak serata seperti di iklan pepsodent itu tapi gw benar2 benci kawat gigi, sampai berpikir bahwa gigi gw punya gingsul pun bakal berpikir 1000 kali buat pasang kawat).

Bff gw, sebut saja Don, bilang kalo malahan di RSGM itu kebanyakan remaja2 atau adolescence yang kebelet masang kawat gigi. Yah gw sadar, temen2 gw juga banyak yang masang kawat gigi, hanya sadja gw selalu berpikir, sampai sekarang bahwa gw gak pernah bisa melihat estetika keindahan dan kecantikan orang yang make kawat gigi.

C’mon, gw gak pernah bisa melihat orang make kawat gigi jadi lebih cantik atau jadi lebih ganteng karena giginya berwarna-warni. Di mata gw, mreka jadi terlihat jauh lebih jelek, karena seperti ada kotoran di gigi mreka.

Gw gak mengejek orang2 yang masang kawat gigi karena memang giginya bermasalah, gw mengejek orang2 yang giginya sebenarnya gak perlu dikawatin tapi desperate make kawat gigi, terlebih kalo masang kawat gigi hanya karena status, biar dibilang punya senyum jutawan. Apalagi yang beli kawat giginya di tempat bukan ahlinya seperti di dokter gigi, tapi beli di Kaskus dan kemudian masang di dokter gigi. Bahkan Don juga bilang itu benar2 hal yang bodoh, membeli kawat di luar rumah sakit terus minta pasangin di dokter gigi, hanya karena pengen dapad yang lebih murah, karena itu menyalahi prosedur.

That’s my conservative thing, mnurut gw, seseorang itu jauh terlihat lebih menarik alami, senyum alami. Bahkan orang2 bule di luar sana aja pada gak sudi pan pake kawat, terlebih orang Eropa seperti Inggris dan Prancis yang terkenal giginya gak rata, mreka tetap fine2 aja dengan gigi seperti itu, daripada harus pakai kawat gigi.

Gw bahkan lebih menghargai orang dengan sedikit flaw di giginya, terlihat lebih manis.

Yah, mungkin gw dianggap sebagai orang yang gak ngerti perasaan orang2 yang giginya gak rata karena gigi gw termasuk rata, tapi mnurut gw, yang menentukan keindahan senyum seseorang itu bukan ratanya gigi (kalo putihnya sih iya hahahahahahaha)

Dan kawat gigi adalah salah satu mode yang gw sampai sekarang menganggap itu adalah hal yang benar2 bodoh.

Kedua adalah Blackberry.

This Blackberry fever dan QWERTY phone fever yang menjadi2 aja bahkan sampai membuat gw muak memakai hape E71 gw lagi. (Karena gw punya sense gadget, gw gak suka make gadget yang pasaran, dan QWERTY sudah bener2 overpasaran karena di mana2 orang make hape QWERTY, and I hate it)

Walau gw sebagai pecinta teknologi, dan mengikuti perkembangan teknoogi, tapi gw menyadari ada sesuatu yang membuat gw merasa benci dengan perkembangan teknologi ini. Gw kadang kesal dengan para pemakai BB.

Well, seperti yang gw bilang, gw orangnya cukup kaku, dan gw selalu memperhatikan etika dengan orang lain (apalagi orang yang gak terlalu dekat, makanya dari dulu teman gw itu suka ngejek kalo gw di depan orang tua berbeda sekali kalo di depan para bff gw, yah hei…tentu saja di depan orang yang lebih tua kita harus lebih sopan dan halus kan, bukan karena gw ngejilat tapi bagi gw emang gitu etikanya)

Dan karena gw kaku itulah, gw gak suka kalo gw ngomong dengan seseorang tapi orang tersebut gak menatap gw, you know what I mean, ngomong panjang lebar sambil ngechat atau BBM-an. Itu terkesan gak menghargai. Gw bagaimanapun juga gw selalu berusaha menghargai orang yang sedang gw ajak ngomong, apalagi kalo itu obrolan di satu meja, dan ada satu bahan obrolan yang fokus diobrolkan, we should pay attention, right?

Yah bukannya gw maw jangan sama skali nguik2 hape atau BB waktu sedang hang-out, yang gw maw adalah di saat gw bicara kepada seseorang, sedang berbicara panjang lebar, alangkah lebih baik kalo gw dilihat, bukan layar kecil terang di tangan yang diperhatikan.

Gw merasa sekarang netika dan etika orang2 indo benar2 mulai jatoh. Netika terutama. Gw pikir apa karena ini gap yang terlalu lebar, karena perkembangan teknologi yang terlalu cepat dan orang2 indo yang pengetahuan teknologinya so so aja megap2 buat mensejajarkan dengan perkembangan teknologi. Makanya gw selalu bilang cewe2 abege yang hilang gara2 fesbuk itu super tolol. Bukan salah fesbuknya ofcors.

Entah apa gw yang terlalu kaku, tapi dua hal yang menjadi judul post gw ini bener2 bikin gw geleng2 kepala.

28
Nov
10

Why I Love (my)iPhone So Much (I am (Apple) FanGirl part.2)

Gw masih maw nyambung sodara-sodara!! Gw masih excited nih, karena gw baru aja mendapatkan iPhone 4 dua hari yang lalu, dan hari ini intinya iPhone 4 gw dah terjailbreak dan powerfull dan sudah menjadi hape yang memenuhi semua expetasi gw hahahahah….

iPhone 4, sama seperti iPhone 3G gw yang sebelumnya, sama2 membuat gw stress dan excited di awal ada di telapak tangan gw. Satu karena iPhone 4 pakai microchip, yang di mana simcard pasaran saat ini harus dipotong dahulu supaya bisa masuk ke tempat simnya iPhone 4. Dan karena nomor gw adalah nomor lama dan simcard gw oleh karena itu jadul, chip kuningnya masih gede (beda sama simcard baru yang chip kuningnya kecil) dan sangat riskan buat dipotong.

Akhirnya gw baru bisa mencicipi kedahsyatan iPhone 4 gw yang dikombine sama matrix unlimited gw keesokan harinya setelah nyamperin Indosat dan minta microchip simcard gw πŸ˜€

iPhone 4 yang baru ini punya bodi yang berbeda dari pendahulunya, gw gak terlalu ngerti bahannya ini apaan, tapi semacam besi dan alumunium (makanya bodinya kerasa berat, tapi oleh karena itu iPhone 4 terkesan sangat kokoh) dan membuat hape ini terlihat lebih elegan dan cantik (kalo gw bayangkan, iPhone 3G itu imut2)

iPhone 4 ini yang membuat gw takjub tentu saja, smoothness-nya!!!! Bener2 smooth!!!! Ya tentu saja karena kecepatan RAM nya aja 10 kali lipat lebih besar daripada iPhone 3G gw. Buka aplikasi ampe bejibun (gw ngaktivin YM, Facebook, Foursquare, ping, mail, ipod) tetap masih smooth….tanpa lag!!!!!! Dan kameranya benar2 jernih (iyalaha, kamera 2MP iPhone 3G aja udah jernih banged kok untuk ukuran 2MP), sayang gw gak bisa memaksimalkan Facetime karena gw gak punya kenalan yang punya iPhone 4 buat diajak ber-Facetime ria 😦

Selain itu tentu saja aplikasinya sodara-sodara!!! Karena apa yang membuat saya bener2 sesak nafas terhadap benda bernama iPhone adalah aplikasi-aplikasinya, dari aplikasi yang benar2 penting seperti passlock (iPhone gw bener2 udah kayak brankas besi karena gw kasi pengamanan passlock berlapis terutama di bagian photo dan sms hahahah), blacklist call dan tweak2 penting cydia, sampai ke aplikasi2 super gak penting seperti aplikasi pencatat waktu menstruasi gw πŸ˜† They are all fun!!!!!!!!

Salah satu kenapa gw bener2 cinta banged sama iPhone, adore it, worship it, adalah kemampuan alat ini untuk menjadikannya sangat personal, ya memang perlu utak atik sana sini, tapi hey, gw bisa merasakan iPhone gw berbeda dengan iPhone yang lainnya karena isi2nya udah gw sesuaikan dengan kebutuhan dan kepribadian gw (tebak gw bener2 banyak aplikasi horoskop dan aplikasi pembantu tidur hahahahaha)

iPhone adalah sahabat gw di mana gw dalam situasi awkward dan membetekan di suatu tempat dan gak taw maw ngapain hahah.

Omongan gw bener2 layaknya seorang fanboy hahahahah….

Tapi gw yakin, orang yang nyoba pake iPhone (nyobanya lamaan dikid, sebulan lah, jangan sekali pegang doank) bakal jatuh cinta ama ni barang. Memang sekarang banyak hape2 yang menyatakan perang dengan iPhone, dengan menambah fiture2 yang gak ada di iPhone di hape2 mreka, tapi bagi gw iPhone itu bukan hanya hardwarenya sadja tapi IOS nya juga!

Kenapa dari dulu gw gak maw nyoba android dan skeptis ama android? Karena sampai sekarang gw masih bingung, apa bedanya android dengan symbian selain open source nya itu. Yah well, memang android lebih modern, ibarat Symbian adalah orang tua yang kolot dan android adalah adolescence yang gaul, tapi gw tetap skeptis dengan OS yang multiplatform seperti Symbian dan android. Berbeda dengan IOS yang single platform, dibuat hanya dan untuk iPhone semata, tentu saja kompatibelitasnya gak perlu diragukan kalo single platform. Belum lagi open source itu bukan memberikan keuntungan saja tapi juga ada efek negatifnya, murah iya, pengembangan aplikasi gampang, tapi karena open itulah, gak ada filtering aplikasi-aplikasi penunjang, beda dengan Apple yang sangat ketat rule-nya buat para developer yang maw masukin aplikasinya ke AppleStore.

Dan tentu saja, keunggulan semua produk Apple, User Experience yang mudah. Simpel dan gampang. Yah, untuk iPhone gw bilang simpel dan mudah hanya buat para user yang segmennya smartphone loh ya, bukan segmen2 seperti nyokap gw yang tawnya cuman sms dan nelpon.

Gw belom nyobain android sih, pengen, tapi lagi gak ada duid (pengennya Samsung Galaxy S soalnya hahah), tapi prioritas masi iMac dulu (dan mungkin iPad). Dan lagi, gw udah cukup puas dengan iPhone, gw gak ada merasa kekurangan dengan iPhone dan aplikasi2 dan fiture2nya, I don’t need radio atau kamera 20MP.

Oh yah, gw masih memikirkan nama buat iPhone 4 gw (karena gw punya kebiasaan ngasi nama ke barang2 elektronik kesayangan gw, iPhone 3G Serbia, iPod Classic gw Helsinki, dan MacBook gw Sarajevo), tapi gw bingung maw ngasi nama apaan di iPhone 4 gw hahah, gw pengen ngasi nama negara yang unik juga πŸ˜†

And my last words….bagi kalian yang hendak ganti hape dan ada rasa2 feeling pengen beli iPhone maka saya sabdakan, belilah!!! Belilah karena anda tidak akan menyesal sodara-sodara!!!! πŸ˜†

27
Nov
10

I Am (Apple) FanGirl

Sebenarnya gw awalnya gak menspesifikasikan gw fangirl apaan, tapi emang dari sejak gw mengenal apa yang namanya internet bertahun-tahun yang lalu, gw adalah seorang fangirl, a diehard one, indeed.

Karena gw adalah seorang yang cukup loyal dengan hal-hal yang gw sukain. Dimulai dari CLAMP fangirl (diary gw jaman smp sma penuh dengan gambar2 CLAMP), tenipuri diehard fangirl (saking diehardnya, gw bikin minuman inui-jiru, yang kenal tenipuri pasti taw ini minuman apa, dan gw minum, sampai rasanya nafsu makan gw ilank seharian dan harus ngunyah berpuluh permen buat ngilangin rasa itu jus), hikago, mankin, naruto fangirl, gw pernah melalui masa-masa di mana gw bener2 terbutakan oleh cinta fangirl gw πŸ˜†

Yang disebut di atas udah tobat bersih, benar2 bersih, ibaratnya gw udah gak napsu lagi. Kalo ditanya sekarang gw fangirl apaan, gw bakal nyebut gw Nolan fangirl, I believe in Nolan, dia adalah salah satu pria yang gw maw secara sukarela dimadu πŸ˜† (satunya Steve Jobs dech ahahahaha).

Nah, kombine-lah loyalitas gw dengan title (uhuk uhuk…gaya banged nyebut titel) gw sebagai maniak gadget, miss gadget sedari dahulu kala hahah…Gw emang dari dulu pecinta gadget, terutama handphone canggih, sejak Nokia 3630 (ponsel gw yang sebelumnya gak usah diitung dech ahaha), di mana ponsel kamera masih mehong2nya. Sebenarnya yang bikin gw impressed ama N3630 bukan kameranya, tapi gimana cara ngakalinnya supaya bisa disulap jadi mp3 player. FYI, N3630 pas pertama2 keluar gak bisa mutar mp3, cuman bisa mutar file WAV. Dan file WAV itu bikin file lagu membengkak jadi 10 kali lipat sizenya (dan dulu MMC masi mahal dan dikit).

Kalo dipikir2, padahal gw dulu masi SMP, tapi gw udah semangat membara ngutak ngatik ntu hape, dengan modal headset mono dan file lagu WAV, akhirnya gw bisa ber-MP3 player di N3630 gw πŸ˜† Dari jaman SMA gw dah ada tanda2 jadi tukang reparasi hape hahahah….

Baru masuk SMA, gw dah gak puas cuman dengerin 4 lagu di hape dengan suara mono, akhirnya gw mengeksekusi Palm Zire 71, yup, layaknya bisnisman, jaman SMA gw dah nenteng2 PDA hahahahahaha….dan tapi tidak seperti bisnisman, ntu Palm fungsinya lebih ke MP3 player, dan Palm ini termasuk murah untuk fungsinya yang dulu bener2 wah (ada kamera), dan ini adalah salah satu gadget tercinta gw yang rupanya termasuk sangat cantik (gw milih gadget juga dari desainnya), tapi bernasib tragis karena tersebur ke dalam selokan (masi ada sih sampe sekarang , cuman dah item2 gitu layarnya hahaha, masi nyala padahal)

Kejadian tragis Palm gw masup ke selokan bersamaan dengan iPod pertama gw yang baru gw dapat 2 hari sebelumnya juga ikutan masup ke selokan (fyi, yang masuk selokan itu tas ransel sekolah gw yang isinya ada Palm Zire, iPod mini ama hape SE P900 gw dan yang selamat cuman P900 gw T__T) itu gw bener2 nangis seharian, karena ntu iPod aja 10%nya aja belum ada gw masukin lagu. Akhirnya, kebetulan bokap gw yang maw balik ke Jakarta, datengin tokonya lagi, dan minta ditukar, dan bisa hahahahahaha……Oh…itulah pertama kali gw bener2 respect ama Apple, karena iPod gw yang mati total boleh ditukar iPod baru πŸ˜€

Jaman gw SMA, sampai awal-awal kuliah, gw SE fanboy fangirl, gw gak menghina Nokia, tapi gw lebih suka SE karena desainnya yang jauh lebih cantik daripada Nokia yang kayak om-om banged. Dan gw loyal ke SE seri P (dari P800 sampai P910i), bahkan dibandingkan dengan communicator, gw jauh lebih suka seri P.

Dan kemudian ntah kenapa SE mulai menurun kreativitasnya dalam membuat hape (dulu gw dah ngebet banged pengen icip2 SE X1, tapi gak jadi karena muahal banged pas awal2 baru keluar), akhirnya gw stick ke hape standar nokia aja (tapi prefer seri E, karena seri E mnurut gw adalah hape Nokia yang desain ama fungsionalnya balance, dan gw benci banged seri N).

Dan kemudian, Steve Jobs menciptakan sebuah mahakarya bernama iPhone. Dulu gw cuman bisa ngejilat air liur doank karena harga iPhone pertama kali masup Indo dibadnroll gila2an, saking ngilernya gw akhirnya beli hape LG Viewty sebagai pelipur lara karena gak kesampaian beli iPhone (karena bentuknya rada2 mirip, sama2 touch screen).

Tapi pada akhirnya kesampaian juga beli iPhone. iPhone pertama gw adalah iPhone 3G 16GB FU White Β yang gw beli di Telkomsel Lebaran tahun lalu (memorable banged kaaan??? gw sampe inget detilnya).

Dan, honestly, iPhone adalah satu-satunya hape yang membuat gw puas di segala aspek. Mengingatkan gw ke jaman dulu waktu gw pertama kali dapat hape kamera, dan ini LEBIH!!!!

3 hari pertama gw megang iPhone di tangan gw, gw stres!!!! Karena apa??? Karena iPhone bener2 beda dengan hape2 yang lainnya, yah dengan kemampuan gw ngoprek2 hape dan pengalaman selama bertahun2, fungsional iPhone bener2 asing bagi gw. Tapi gw bener2 merasa tertantang!!

Setelah berkutat di forum Mac Indo, dan memahami apa itu jailbreak, cydia, winterboard, appsync, dan hal-hal yang bisa bikin iPhone power-up, gw bener2 puas!!!!!!!! I mean, GDI!!! Dengan desain super cantik khas Apple dan kemudian aplikasinya….aplikasinya!!! Aplikasi2 iPhone ngebuat aplikasi2 di OS macam Symbian dan Windows Mobile seperti sampah, benar2 sampaaaaaaaahhhhhhhh!!!!!!!!!!! (ah no offense yak buat yang make Symbian, but I am being honest, gw make Symbian bertahun2 dan pernah make WM, dan yah well….they are trash!!!! )

Sampai sekarang gw punya iPhone 4 pun gw gak tega ngejual iPhone 3G gw, karena apa?? Karena bagi gw, iPhone 3G walau jadul tapi fungsionalitasnya masih sangat mumpuni!!!! Bahkan waktu bff gw hampir semuanya pake BB, dan gw dipaksa buat make BB juga biar bisa BBM-an, gw akhirnya meneguhkan sikap, bahwa I don’t need those BBs. Gw gak maw ngeluarin uang 8juta buat Torch yang fungsinya cuman bisa buat BBMan doank. Walau desainnya Torch bener2 bikin ngiler.

Dan sejak gw jatoh ke jurang iPhone, gw ngerasa gw dah bener2 menjadi Apple fanboy fangirl, dan yah waktu pertama kali gw punya MacBook juga gw dah jatuh cinta dengan Apple (yang paling gw cinta ama MacBook adalah scrollnya!!!! gak ada matinyaaaaaaa) yah mungkin satu2nya yang paling nyebelin sama Apple itu kadang harga aksesorisnya mengada2, kayak bumper iPhone 4, goddamnit!! 500ribu cuman buat karet seiprit itu!!

Dan stil….walaupun di majalah2 hape banyak bandingin iPhone dengan para ‘iPhone killer (or wannabe??)’, tapi iPhone 4 bener2 hape terbaik menurut gw (desain elegan, super smooth dan kamera yang cukup tajam).

Dan karena gw fangirl, gw tidak seperti fanboy, gw suka dan loyal karena ada dasarnya, gw gak menganggap produk Apple itu sempurna di segala aspek, tapi gw lebih suka nyebut produk Apple itu yang paling bagus balance-nya, antara fungsionalitas, desain dan user experience. Gw juga make laptop Windows juga selain MacBook gara2 gw gak nemuin software cracked buat aplikasi GIS yang dipake buat bikin skripsi gw (dan kalo beli aslinya harganya 15 juta, mending gw beliin laptop tuh 15jeti daripada software yang gw pake cuman setahun -__-). Gw kalo dikasi hape Samsung Galaxy S juga gak nolak kok πŸ˜›

Fetish gw ke gadget bahkan gak bisa dikalahin fetish gw ke perhiasan (kasian calon suami gw ntar hahahah), daripada gw dibeliin tas Gucci seharga 10juta, gw lebih berbunga2 kalo dibeliin gadget yang lagi in πŸ˜†

Oh, dan kalo ditanya, kenapa gw gak pernah nyentuh gadget game??? Karena sense gw di game benar2 nol!!! Gw selalu nganggep kemampuan bermain game di keluarga gw udah disedot habis2an ama kakak gw (yup, kakak gw itu maniak game, parah, dulu sih, sekarang udah rada tobat), jadinya gw gak bakal beli PSP ato NDS karena, well, my game skill is suck!!! Jadi bakal buang2 uang kalo beli gadget2 macam itu hahah…

Sekarang gw lagi nabung buat beli iMac (dan kalo bisa iPad, walau gw nunggu iPad 2nd gen, sapa taw dah support flash πŸ˜€ ).

08
Jan
09

My New Partner…Introducing Macko-san :lol:

Begitulah, let say goodbye to my used to be my lovely notebook, Vai0-chan πŸ˜† Kejam banged ya gw πŸ˜†

Baru beberapa hari yang lalu gw beli Macbook baru buat pengganti Vaio gw yang udah uzur πŸ˜† Sebenarnya maw langsung posting di blog buat pamer2, tapi beberapa hari ini, even ampe sekarang gw sakit berkepanjangan. Dimulai dari sakit tenggorokan, demam parah, pusing parah, batuk parah yang sampe sekarang gak sembuh2 dan sekarang mulai ada gejala2 pilek >.< Makanya gw males banged ngeblog dengan kondisi seperti ini.

Oke, mari kita kembali lagi ke Macko-san :mrgreen: Gw beli macbook aluminium 2.0 ghz, mawnya si yang 2.4 ghz, tapi mahal πŸ˜› Gw beli di eStore Sagan yang surprisingly harganya jauh lebih murah daripada di eMax Amplas! Gw beli di eStore harganya sekitar 15 juta 700ribu plus diskon tahun baru 1% plus dapat voucher 200ribu yang langsung gw beliin lcd protector :mrgreen: . Bandingkan di eMax gw nanya harganya 16juta 200ribu!! Bedanya lebih 500ribu! Padahal dengan 500ribu itu gw bisa beli baju dan tas baru πŸ˜†

Begitulah dengan Macko-san, gw seperti kembali ke zaman baru belajar kompi πŸ˜† . Di mana gw shutdown aja mesti liat buku panduannya dulu πŸ˜† Tapi ke sini-nya surprisingly Macko-san lumayan mudah digunakan, dan software-nya juga lumayan lengkap. Software2 kebutuhan gw macam ACDSee aja ada πŸ˜€ tapi musti donlot dulu si πŸ˜€

Berikut adalah tampilan poto2 Macko-san, dikit aja sih, soalnya gw lagi malas moto πŸ˜† dan matrix lemotnya kayak keledai!!

Macko-san 1Macko-san 2

Begitulah…sekian pamer saya πŸ˜†

29
Dec
08

MACbook ato VAIO ?

Ada yang taw mana yang lebih bagus? Sampe saat ini gw membandingkan APPLE MacBook MB466ZP/A dengan SONY Vaio VGN-CR353GH/P ato seri APPLE MacBook MB403ZP/A dengan seri SONY Vaio VGN-CS13G

Begitulah pagi hari ini gw dibangunkan oleh suara dering hape di atas bantal gw, dan sesuai dengan perkiraan gw yang nelpon itu adalah mama. Setelah ngobrol basa basi sama mama (nanyain kok jam segini baru bangun πŸ˜† ) Tiba-tiba mama bilang kalo kakak gw, riza maw ngomong. Dalam hati gw pasti dia maw pesan barang2 lagi secara libur semester ini gw bakal pulang. Tapi ternyata ndak.

Kakak gw nanya gini “Kamu maw beli laptop baru nggak?”

Pertanyaan yang aneh… ya jelas gw maw lah πŸ˜† Begitulah kakak gw cerita kalo dia pengen ambil laptop vaio gw, sebagai gantinya gw dibeliin laptop baru sama abah. Gw adek yang kejam ya… kakak kok dikasih bekas adeknya πŸ˜† Terus kakak gw nanya kalo gw amw beli di mana? Di samarinda ato di jokja aja? Gw bilangnya sih maw liat-liat dulu, mana laptop yang bagus, secara waktu pameran kemaren gw cuman hunting monitor doang, dan gak ada niatan liat2 notebook, ntar ngiler.

Trus telpon dikasikan ke abah, dan abah nanya kalo gw maw mac ato yang lainnya. Gw bilang gw maw liat2 vaio dulu, sapa taw ada yang lucu. Tapi kalo jadi nya mac gw pasti beli di sini, karena secara di samarinda gak ada yang jual mac, kalopun ada harganya nipu πŸ˜† Tapi abah gw bilang buruan nyarinya, lah… yang namanya nyari kan harus tanya sana sini supaya gak nyesal.

Jadilah sepanjang hari ini gw tanya-tanya ama om gugel soal mana yang lebih bagus, macbook ato vaio, dan ternyata banyak yang bilang macbook lebih bagus. Cuman yang mengganjal gw itu ada yang bilang kalo macbook modem-nya optional, dan gw ragu kalo dipasang speedy bisa apa gak ya? Kan kalo di samarinda gw pake speedy, kalo gak bisa ya percuma!

Dan tidak berapa lama selagi gw hunting2 mac dan vaio, kakak gw nelpon lagi. Dia bilang kalo abah maw beliin gw laptop skalian ama tipi :mrgreen: trus nanya kalo dekstop gw maw dibawa pulang ato gak? Gw bilang gak karena ntar gw maw hubungin tipi gw ke dekstop gw biar bisa nonton πŸ˜† dan kakak gw ketawa2 bilang ke abah kalo gw maw dibeliin tipi tapi gak maw ngelepas dekstopnya πŸ˜† dasar adek yang maruk.




Selamat Datang


Selamat Datang di blog pribadi saya. Blog ini berisi bermacam macam tentang apa yang terjadi di sekitar saya dan apa yang saya sukai dan saya benci :D
Terima Kasih telah berkunjung ke blog saya :)

October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Chat dengan Nona Sheila!

Kirim Pesan YM

My Tweety

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archieves

GROUP


Pernah Ngutang di KANTIN MILAN
The Garden Of Everything Fanlisting

RSS Kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

My Devious Gallery


++++++++++++++++++++++
visit my gallery
++++++++++++++++++++++




my latest work


-Elizabeth-

my featured work


-Azure-

Quote of The Day

Hippies.They're everywhere. They wanna save the earth, but all they do is smoke pot and smell bad.
-Eric Cartman-

Blog Stats

  • 122,617 hits