Belakangan ini sering banged gw denger kata-kata Israel dan Palestina, baik di ranah maya maupun di dunia nyata. Sejak pemboman Israel di jalur Gaza pada penghujung tahun 2008 kemaren, seluruh mata tertuju dan mengecam tindakan Israel tersebut. Dukungan dan doa mengalir untuk para korban sipil di Palestina. Gw juga hanya bisa manuturkan doa dan rasa prihatin kepada para korban tersebut, baik korban dari pihak Palestina maupun korban dari pihak Israel.
Gw sempat agak2 mendalami masalah konflik Israel-Palestina beberapa hari kemaren, berhubung gw dapat job ngerjain tugas temen gw yang anak SosPol HI yang temanya tentang konflik Arab-Israel. Konflik Israel-Palestina kalo pemahaman gw adalah pecahan dari konflik Arab-Israel yang sudah terjadi berdekade-dekade lamanya. Intinya mnurut gw, konflik di kawasan Timur Tengah ini udah sangat lama terjadi tanpa ada penyelesaian yang benar2 damai.
Gw sendiri adalah termasuk orang2 yang lebih cenderung mengecam perang-nya daripada Israel atau Yahudi-nya. Gw bukanlah orang yang dengan bangga-nya mencaci maki orang Yahudi, atau dengan semangat juang ingin menumpahkan darah di Palestina supaya mati syahid.
Dunia dan Palestina gak perlu darah kita orang Indonesia di sini, mereka perlu bantuan obat2an, pangan, dan semangat diplomasi tiap negara yang konsisten dan untuk sebentar melupakan kepentingan masing2 negara, melupakan kepentingan masing2 agama, faith dan ego diri sendiri, dan untuk sejenak memikirkan dunia tanpa perang. Yah, kalimat terakhir gw ini gw rasa sangat utopia banged. Hal yang hampir mustahal terjadi. Tapi gw berdoa, semoga saja untuk sejenak dunia bisa damai.
Dunia dan Palestina gak perlu acara boikot memboikot produk Israel atau Amerika. Produk Amrik dan Israel diboikot di Indonesia pun gak bakal ngaruhin keputusan pihak Amerika dan Israel buat nyerang Hamas. Yang rugi juga pihak kita kok, karena kita harus menerima apa yang disebut simbiosis mutualisme. Boikot produk dan perusahan Amerika Israel yang ada di Indonesia harus bisa menerima konsekuensi langsung “para karyawan pribumi maw dikemanain?”
Jikalau emang ada yang maw memboikot produk Israel dan Amerika, mulailah dengan mematikan internet kalian dan menguninstall OS di kompie atau laptop anda, plus skalian aja banting laptop na sebagai bukti kemarahan anda. Jangan cuman bisa koar2 caci maki produk Amerika dan Israel. Kalo gw sih jujur, gak bisa hidup tanpa produk2 mreka
Pikir secara realistis aja, sodara2 Arab kita aja banyak yang buka perusahaan di Amerika dan kalo mreka segitu pedulinya dengan sodara mreka di Palestina, lebih bermakna apabila perusahaan2 Arab itu menutup perusahaan-nya untuk menambah krisis di Amerika, tapi gak dilakukan juga toh
Jangan jadi bodoh karena idealisme sempit. Terlebih temen-temen gw yang mahasiswa, masa cara berpikir kalian sama seperti orang2 yang gak sekolah tinggi? Ayo buktikan bahwa kalian bisa berpikir lebih wise dan terjebak idealisme sempit.
Yang membenci Yahudi, kalian gak lebih baik daripada para orang Israel yang membom daerah Gaza itu. Karena perang ini lahir dari kebencian dan dendam yang lahir dari sebuah lingkaran setan. Jewish kills Moslem, Moslem kills Jewish, and soon…
Dengan dendam dan kebencian seperti itu, mana bisa nyiptain kedamaian, yang ada perang seumur hidup.
Di Palestina sendiri konflik internal aja masih ada antara kelompok Hamas dan Fattah (CMIIW, kalo gak salah itu nama kelompoknya), di Palestina sendiri, mreka masih pecah, bagaimana mreka bisa bersatu untuk menciptakan perdamaian?
Ingin ada damai tercipta, tapi gak suka dan mencaci maki kepercayaan umat lain. Yang perlu pertama harus dilakukan adalah kita sendiri bisa berdamai. Gak usah kejauhan menyerukan kedamaian di ranah Timur Tengah kalo diri sendiri belum bisa berdamai dengan kepercayaan yang berbeda dengan kepercayaan kita.
Gw merasa lucu aja orang-orang itu marah2 dan mencaci maki orang Yahudi, semua orang Yahudi, pokoknya Yahudi itu bak setan. Tapi sewot dan ngamuk2 waktu dibilangin Islam agama teroris. Dobel standar
Sekali lagi gw bilang, memang biadab para tentara, pejabat Israel itu membom wilayah yang ada warga sipil, tapi bukan berarti orang2 Yahudi yang misalnya ada di Indonesia juga ikutan jadi biadab. Kalo ada orang yang caci maki orang Yahudi, atau Kabalah yang beribadah di Indonesia, gw yakin, pasti dia juga nyaci maki waktu di salah satu negara Eropa dulu ada pelarangan make jilbab karena kasus WTC masih hangat. Mereka dulu menghujat perbuatan yang mereka bilang dulu diskriminasi, tapi sekarang mereka lakukan juga diskriminasi itu
Gw bilang sih, manusiawi aja ada rasa rasisme di setiap manusia, tapi gw tetep aja lucu kalo ada orang yang bangga. At least kalo gw, tetep merasa kalo gw mendiskriminasikan kaum tertentu itu ada rasa bersalah dan gak bener juga. Walau secara sadar gw kadang rasis juga, tapi secara sadar juga gw taw sikap gw itu salah, bukan malahnya bangga. Seperti halnya kalo kita bohong, manusiawi lah manusia itu berbohong, tapi kan gak lucu kalo kita bangga kalo kita berbohong
Di salah satu forum yang gw ikutin ada member-nya yang mengakui kalo dia orang yahudi (ato kaballah ya? pokoknya seperti itulah) dan gw akui dia salah satu user yang paling wise mnurut gw. Bahkan pikirannya lebih terbuka dari orang2 di sekitar gw di dunia nyata.
Inti dari postingan gw ini adalah, gw mengajak siapa aja yang maw dunia ini damai, palestina itu damai, untuk memulai dulu damai itu dari diri kita sendiri. Gw sendiri sekarang masih berlatih untuk tidak menggeneralisir, memandang sesuatu dari berbagai sudut pandang, berusaha tidak menutup mata dari fakta dan menghormati kepercayaan orang lain.
Mari memulai perdamaian dimulai dari diri kita sendiri, tinggalkan mental indon yang hanya suka melihat berita atau kabar yang disukai, berpikiran sempit dan lebih suka mikir pake otot.
Gw juga berdoa, semoga lingkaran setan kebencian dan dendam di konflik Timur Tengah itu akan putus juga.
Salam damai untuk dunia, semoga gw bisa menjadi lebih baik agar dunia juga ikut menjadi lebih baik
P.S : Dari yang gw pelajari pas kemaren ngerjain Tugas Konflik Arab-Israel temen gw, negara2 mayoritas muslim seperti Indonesia banyak yang mengecam pihak Arab untuk mengambil keputusan tegas terkait masalah pemboman pihak Israel di jalur Gaza, yang sampe saat ini pihak Arab keknya masih ada di jalur tengah. Dan yang gw pikirkan adalah keputusan Arab itu udah cukup wise sekali. Gw tahu, mungkin ada kepentingan kelompok terkait sikap Arab yang tidak tegas itu, karena banyaknya perusahaan Arab di Amerika, tapi sikap itu juga berpengaruh luas ke yang lain. Gw gak bisa bayangin kalo pihak Arab mengeluarkan statement resmi untuk memerangi Israel, The Third World War will be there… Udah rahasia umum kalo Amerika itu mendukung Israel karena Amerika sendiri gak pernah maw mengakui rezim Hamas di Palestina, nah dan Arab itu didukung oleh negara2 mayoritas muslim di Timur Tengah dan juga seperti Indonesia. Seandainya keluar statemen resmi dari Arab, tentu aja negara2 Timur Tengah dan kita misalnya Indonesia punya alasan untuk angkat senjata, dan lawan kita itu Amerika bung. Akui aja kalo Amerika itu negara superpower, belum lagi negara2 Eropa yang secara tidak langsung mendukung Amerika. Gw sangat mendukung keputusan pihak Arab, memang keputusannya seperti karena mendapat tekanan dari pihak Amerika, tapi itu adalah tindakan preventif untuk menyebabkan perang yang lebih besar.
Recent Comments