Begitulah, setelah temen gw memperlihatkan poto jalan2 anggota organisasi kampus yang gw ikutin di sebuah pantai “terpencil”, temen gw itu mulai membuat plan untuk jalan2 ke pantai itu, pas liburan Natal dan tepatnya hari ini. Pantai yang terkenal dengan sebutan pantai “Anung” (sebenarnya bukan itu namanya, gak taw sih namanya apa, biar gampang aja
) itu konon belum tersentuh oleh komersialisasi alias pantai “perawan”. Intinya gak ada bayak karcis masuk
Dan pantai seperti itulah yang dicari2 ama temen gw, supaya bisa poto “pre wedding” yang aman tanpa ada penampakan orang numpang lewat di belakang poto
Akhirnya dibuatlah acara untuk liburan Natal ke pantai Anung tersebut. Dan persiapan dimulai pada hari rabu, ato kemaren. Rencananya gw ke pantai itu rame-rame bareng ama temen2 gw, kate (yang ngusulin rencana ke pantai itu dengan ngototnya
), icha, zdit, kak ivon (kakak kate), novi, dan beserta para “supir”
becanda, kak ipah dan toriq, oiya…plus uus.
Hari rabu itu, gw, icha, zdit dan novi nginep di tempat kate. Dan pada malam sebelum hari keberangkatan itu para wanita2 tersebut sibuk dengan makanan esok hari, kecuali gw karena lagi ngerjain tugas SI
Rencananya kami pergi pas pagi2 banged biar daped suasana yang kata kate keren sebelum jam 10 di pantai. Rencana awal pergi jam setengah 6 yang gw rasa berat banged karena gw males bangun pagi.
Akhirnya besok pergi juga, pagi, kalo gak salah sekitar jam 6 gitu, gak lelet2 amat lah
Dan guide-nya adalah gw karena cuman gw yang pernah ke pantai tersebut. Kata kunci yang gw inget untuk tujuan ke pantai itu adalah, wonosari lurus, ketemu bunderan belok kanan, ketemu plang bugiakso belok kanan dan kalo ketemu dua lubang gede bentar lagi dekat (sekitarnya ada tukang ojek) dan cari penampakan jalan setapak aspal belok kiri. Gw sangat2 yakin kalo rutenya cukup gampang karena seinget gw pas pergi ke pantai sana kemaren2 dulu jalannya cuman lurus2 doang ngikut jalan.
Dan ternyata kami nyasar juga plus ternyata kate lupa bawa piring buat makan
Setahu gw katanya pantai tujuan kami itu ada di sebelum pantai Sundak dan jalannya lurus2 aja dan ternyata kami menemukan plang menuju pantai sundak dan itu belok ke kiri! Akhirnya gw pasrah dan menelpon sang guide utama sang penemu pantai ini, sodara Anung
Setelah diskusi panjang lebar sambil mengistirahatkan uus yang mabok darat, akhirnya didapatlah kesimpulan, kami salah jalan dan kalo nurut rute kami maka pantai tujuan kami berada setelah pantai Sundak dan jalan setapaknya di sebelah kanan.
Setelah melewati jalan yang cukup panjang dan penuh keragu-raguan ditambah kate yang udah ngebet pengen nyampe ke pantai karena rute pantai Sundak hamparan laut dan suara ombak sudah terlihat dan terdengar
akhirnya kami melihat juga jalan “surga” tersebut
Dan smua temen2 gw mengeluh betapa beratnya medan yang harus dihadapi untuk masuk ke arah pantai melalui jalan setapak tersebut yang sempit dan gluduk gluduk
dan akhirnya biru laut itu terlihat juga
Bau laut yang amis, pasir putih, langit biru dan gak ada orang (awalnya tapi ntar ada nelayan2 gitu deh)….ooooh….akhirnya gw bermain-main dengan puas di pantai tersebut. Nyebur ke air, poto2 gak jelas sampai berpose ala penyu yang tidak jelas idup ato mati
Di atas adalah poto gw bareng ama temen2 gw, dari sebelah kiri yang pake baju item icha, kak ivone, gw, kate, novi dan zdit, kalo diperhatikan ada penampakan makhluk tidak jelas di belakang
Ini poto gw pas terguling guling terseret ombak
temen2 gw pada geleng2 karena totalitas gw di pantai ini
gw guling-guling,nyebur, berjemur dan lain2 hahahahahah….
Abis pada capek bernarsis narsis, nyebur nyebur dan lain-lainnya, kami makan dan berteduh di bawah pohon
Makanan yang telah disiapkan oleh temen gw yang jago masak. Menunya campuw campuw gak jelas gitu
, dari cemilan kecil, martabak mie, seember nugget, ayam kfc, roti isi dan telor balado yang pedes banged oiya kelupaan abon sapi carefour
Kami makan dengan lahapnya ditemani oleh debur ombak tidak peduli pasir di mana-mana dan mungkin mengkontaminasi makanan yang kami makan
Abis makan gw kembali guling2 lagi. Temen2 cewe gw pada tepar smua dan cuman duduk2an di tepi pantai sementara gw berguling2 ria dihempas ombak bersama kak ipah dan toriq
Karena baju gw basah smua, gw bahkan ganti baju dibalik karang
Rute selanjutnya adalah pantai Sundak karena sebagian dari kami pada kebelet dan maw ke toilet sementara di pantai Anung sama skali gak ada tanda2 fasilitas sederhana seperti itu
Di pantai Sundak lumayan rame dan kami buru2 ke toilet
dan untungnya kami dapat spot yang lumayan bagus. Gw dan temen2 cewek lainnya memutuskan buat gak nyebur lagi dan cuman angin2an di bawah pohon sambil makan makanan sisa di pantai Anung dan minum kelapa
sementara para cowok berburu ikan neemo yang akhirnya gagal
Akhirnya agak sorean kami pulang, dan gw pindah tempat ke mobil kak ivon. Sepanjang perjalanan kami ngobrol soal betapa bobroknya alumni2 smansa sekolah kami dulu
Kak ipah pan bos premannya
Akhirnya sampe di rumah dengan slamat sentosa. Dan neraka baru dimulai abis ini….
Setelah nyampe dirumah badan gw kerasa kebakar hebat, dan temen2 gw juga kek gitu. Abis mandi baru gw sadari badan gw merah dan pedih abis, diolesin Moringa Body Butter cukup lumayan bikin dingin tapi tetep aja kerasa kebakar. Dan badan gw jadi iteeeeeeeeem!!!!!!!! hueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee T_T padahal gw udah pake sunblock banyak2 T_T
Temen gw pada ketawa dan mencibir, karena gw mengeluh2 soal kulit item gw padahal gw udah dimarahin jangan kebayakan guling2 di pantai T_T
Dengan penuh kesedihan akhirnya kita menutup acara hari ini dengan makan2 di restoran thailand di phuket. Sejujurnya gw gak suka makanan thailand tapi namanya perut lapar, hehehehehehhh….












Recent Comments