<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Say No To PEDO!!!</title>
	<atom:link href="http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/</link>
	<description>Butche my heart and it makes you fly away up to sky</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2009 13:44:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: nonasheila</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-610</link>
		<dc:creator>nonasheila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 14:16:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-610</guid>
		<description>banyak.... &gt;.&lt;

&lt;blockquote&gt;Setuju ….. tapi kayaknya kita nggak hidup nggak hidup di dunia ideal deh. Di luar kita ada ribuan atau bahkan jutaan anak dibawah umur yang terpaksa menjalani hidup tanpa bisa merasakan indahnya masa kecil. Sebagian karena harus bekerja demi kelangsungan hidup, sebagian lagi terpaksa atau dipaksa menikah untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, pertanyaannya … kita bisa apa ? bukankah anak-anak itu juga punya mimpi yang harus dibeli dengan tangan-tangan kecil mereka dengan keringat mereka yang seharusnya belum menetes pada waktunya ?.
Apakah kita tahu persis bahwa Ulfa tidak punya keinginan untuk dapat hidup layak, untuk punya baju bagus yang trendy, punya HP terbaru, untuk punya laptop, makan di restoran-restoran fastfod terkenal, untuk punya rumah besar dan mobil atau setidaknya keinginan untuk membahagiakan keluarganya?. Siapa tahu dalam hati ia berkata ….
“Kalian enak saja bilang seperti itu karena semua kebutuhan kalian sudah tercukupi hanya dengan meminta pada orang tua kalian, tapi aku terpaksa harus menerima lamaran seorang bandot tua untuk dapat menikmati manisnya hidup layaknya kalian …”&lt;/blockquote&gt;

hmmm...yah...saya juga merasa serba salah dalam posisi ulfa. saya juga sadar kok kalo masa depan ulfa itu suram gara2 polemik yang didepankan masyarakat dewasa yang kejam ini. tapi saya fokus pada si ujung pangkal persoalan, pudji. kita memang gak bisa berbuat apa2, tapi saya ingin mengomentari kakek2 ujung pangkal masalah ini. pokoknya saya benci pudji laah -.-;

i feel bad buat ulfa, kadang gw juga bingung cara terbaik untuk penyelesaian kasus ini gimana? membiarkan mreka langgeng? itu akan menjadi seperti sebuah ultimatum perizinan buat para pedo.

untuk kata2 terakhir itu, kalo dikatain kek gitu mungkin saya bakal diem aja. karena saya berada dalam posisi yang tidak pantas untuk menjawab. saya gak ngerti perasaan si ukfa. walaupun dulu saya juga pernah hidup susah walau mungkin gak sesusah kehidupan si ulfa (makanya saya gak merasa pantes menjawabnya) saya juga pernah merasakan rasa iri melihat rumah teman2 saya bagus2 dan dari beton sedangkan saya tinggal di daerah kumuh dari kayu dan atap seng. tapi ntah kenapa gak pernah terbesit pun rasa &quot;ingin mengambil jalan pintas&quot;. banyak faktor dalam perkembangan seorang anak ato abg. misalnya dulu waktu jaman saya, yang ada sinetron keluarga cemara, jarang mah sinetron hedon yang anak smp pun bawa mobil mewah sendiri. dan jelas dan tentu saja didikan ortu. 

gw sih berharap ulfa bisa ngambil hikmahnya, itu keputusannya sendiri, dia sendiri yang setuju maw nikah dengan kakek2 yang sialnya riya kelas berat dan tukang pamer sehingga kawinannya keekspos ke mana2.ya, ulfa memang korban, tapi bukan berarti dia menjadi cewe paling menderita sedunia dan 100% korban dari kejamnya dunia. paling tidak dari kasus ini ulfa punya kesalahan sekitar 1% (itung2annya ngawur nih :lol: ) karena dia yang memutuskan. dia yang memutuskan ingin hidup enak seperti orang lain. ingin segala keinginan terkabul seperti orang lain. dan masa depan itu gak bisa diprediksi.

tapi susah memang.... saya tidak tahu, kenapa ulfa maw nikahin si bandot bertampang rampok itu. tapi tetap, dia melakukan hal yang tabu. sama saja seperti orang miskin mencuri susu demi anaknya, di depan orang dia tetap mencuri.

&lt;blockquote&gt;Jujur saja, orang seringkali berpendapat hanya berdasar jalan pikiran mereka masing-masing atau menurut apa yang sudah dianggap benar secara umum. Jarang orang berpikiran pada posisi orang yang dibicarakan.
&lt;/blockquote&gt;

yup setuju, tapi itu adalah resiko. seperti halnya para pencuri. mreka mencuri demi keluarganya tetap saja pencuri. orang jarang memikirkan berada di posisi di mana mungkin esok anak mereka bakal mati kalo gak dikasih susu. tapi mnurut saya itu wajar...kenapa? karena banyak jalan menuju ke roma. 

klo semua orang miskin banged seperti pencuri itu bakal mati esok hari kalo gak mencuri mungkin bisa ditolerir, tapi di pelosok sana, ada bapak2 yang bisa bertahan hidup dengan memecah batu dan penghasilan maksimal 10ribu perminggu, maksimal lo kadang gak dapat sama skali. dan mereka hidup. jadi pencuri gak bisa memakai alasan &quot;demi susu anak&quot; sebagai pembenaran atas tindakan pencurian. yah sebelas duabelas lah sama ulfa, cewe melarat gak cuman dia, jadi kalo dia menganggap keluarga miskinnya itu sebagai pembenaran pernikahan dia dengan sang bandot, well..... kalo saya sih gak setuju, kalo saya looo....

&lt;blockquote&gt;
Bukan mau pamer … sudah sejak kecil saya bekerja dan mencari uang, mulai dari membantu tetangga membuat es lilin untuk kemudian menjualnya esok hari sepulang sekolah, mencari kalajengking untuk dijual minyaknya ke tukang obat penumbuh rambut, mencari ular untuk dijual kulitnya sampai jadi tukang menutup jok sepeda motor dengan kardus bekas. Itu saya jalani bahkan pada saat saya masih SD sementara teman-teman sebaya saya asyik bermain video game atau menonton video .
Para ahli psikologi anak seringkali ribut tentang hak anak untuk menikmati masa anak-anak dan bukannya bekerja …. but they wrong, saya asyik-asyik saja tuh dulu masa anak-anak saya habis untuk mencari uang. Karena ada satu hal yang para ahli itu lupa yaitu bahwa anak-anak secara naluri akan selalu menemukan cara untuk bermain tidak perduli dimana mereka atau apa yang mereka kerjakan.&lt;/blockquote&gt;

yah...saya kagum dengan anda (jangankan waktu kecil, sampe sekarang aja saya bahkan gak berani megang cicak mati :lol: apalagi ular ato kalajengking :lol: )

yah maksut si ahli itu mungkin gak segamblang itu. waktu anda kerja dulu mungkin tekanan batin untuk kehidupan keluarga gak terlalu berat (mungkin looo, saya hanya kira2) jadi kerja juga dianggap having fun. yang dipermasalahkan di sini adalah anak2 yang bekerja di bawah tekanan, jadi ya kerjanya gak kerasa fun sama skali. jadi ibaratnya kesenangan masa kecil si anak terenggut. mnurut saya malah lebih baik anak2 jaman sekarang itu mainnya di luar, jangan nonton sinetron hedon mulu.

&lt;blockquote&gt;Entahlah … saya memang suka menggunakan jaman dahulu untuk patokan moral. Kalo pakai patokan jaman sekarang saya jadi agak ngeri. Poligami NO ! tapi selingkuh mewabah dan masyarakat adem ayem saja, bahkan bos Playboy yang hidup tanpa ikatan dengan puluhan cewek malah dibela majalahnya pas mau diberangus oleh sebagian ormas Islam. Menikah dini NO ! tapi sex bebas anak-anak muda merajalela dan pemerintah menyediakan fasilitas dengan ATM kondom. Menikahi anak dibawah umur NO ! tapi laki kawin sama laki, cewek sama cewek OK, bahkan seperti yang pernah saya baca di internet ada orang mengajukan permintaan untuk menikahi hewan kesayangannya. Memukul istri ? wah KDRT tuh …. tapi kalo berhubungan sex dengan bondage, sadisme-masokhisme … lain dong, itu variasi dalam berhubungan sex. Bahkan gambaran seksual dengan berdarah-darah juga masih dianggap seni dan bagian dari fantasi. Susah saya pakai patokan moral jaman sekarang karena seperti dilansir Departemen Kesehatan RI, setiap tahun terjadi setidaknya 6.000 kasus aborsi di Indonesia dengan rentang usia pelaku 12 - 35 tahun. Setiap hari bertambah 5 buah rekaman hubungan sex lewat HP. Setiap tahun jumlah penguna narkoba naik 27%. Angka perceraian pertahun naik sekitar 125% !!! dan statistik-stitistik ngeri lainnya.
Trus kalo pakai patokan moral jaman sekarang …. kayaknya homoseksualitas nggak pa-pa deh karena itu HAM. Jadi jaman dulu itu waktu Tuhan menghukum Sodom dan Gomorah sebagai akibat homoseksualitas mereka, maka itu adalah perbuatan KRIMINAL !!!&lt;/blockquote&gt;

hmmm....saya akan memberi tahu patokan kriminal saya yah, bagi saya tindakan kriminal itu kalo merugikan orang lain (ini mnurut saya lo, pendapat pribadi saya). poligami no, kenapa? karena saya yakin gak ada suami yang bisa bersikap adil dan istri yang setabah itu (kecuali rasul). saya lebih benci lagi poligami, karena mereka menutupi kedok nafsu mreka dengan dalih agama, kalo maw &quot;yang baru&quot; ya bilang aja maw yang baru, lebih gentle. selingkuh, itu juga buruk (membohongi pasangan padahal udah komitmen). KDRT apalagi -.-; 

nah kalo masalah bondeji2 sadismmasokis itu tergantung kalo saya. saya yang sebagai (ngakunya, semoga kesampaian) desainer juga suka ke hal yang berdarah2 itu. tapi tunggu dulu, saya sama skali gak menikmati adegan pembunuhan asli. gak usah video2 snuff (yang kata temen saya gak mungkin ada di dunia), pilem kanibal holokos aja saya gak demen. saya cuman tertarik grafis ilustrasi tangan yang bernuansa asylum dan gothic. jadi, gak masalah sepanjang yang di gambar ato di video tersebut orangnya gak diiris2 betulan. kan ada yang namanya sotosop :lol: jadi kasus bondeji2 dan BDSM ini bagi saya gak masalah karena gak ada yang merasa dirugikan. tiap orang punya penilaian tersendiri terhadap indah dan seni itu apa. jadi kalo anda anggap lidah dicucuk dan berlumuran darah itu bukan seni, tapi ada yang menganggapnya itu indah.

masalah video bokep hape, homo lesbi itu kalo menurut saya lebih menjurus ke masalah kesusilaan. yang saya amati sih, batas2 kesusilaan itu semakin hari akan berubah seiring dengan kemampuan berpikir dan perbedaan sudut pandang orang yang semakin beragam. jadi kalo dulu homo lesbi itu tabu sekarang jadi lebih diterima. dan menurut saya homolesbi masih tabu kok sampe sekarang, bahkan untuk negara sebebas amerika pun. jadi kalo ada 2 orang cowo ato 2 orang cewe ciuman di depan saya, saya gak masalah, saya gak merasa dirugikan. hanya karena diri sendiri menganggap jijik keadaan orang lain, bukan berarti menjudge mreka berbuat kriminal. tergantung mreka sendiri juga sih menempatkan diri mreka gimana supaya gak melanggar asusila. 

dan TUHAN menghukum sodom dan gomorah itu karena dosa mreka. bagi saya dosa /= kriminal. mnurut agama saya, dosa makan babi, tapi klo saya makan babi gak bakal dipenjara kan? dan bukan pula makan babi itu tindakan kriminal.

nah kalo masalah bokep2 abg gak jelas itu mah saya lebih cenderung akan mengatakan, they are so stupid. i have no idea, bener2 deh...saya untuk yang satu ini masih bingung kenapa jugaaaaa maw bikin video bokep live -.-; klo udah ketahuan baru deh termehek mehek...

&lt;blockquote&gt;Alhamdulillah saya mengikuti saran anda untuk mikir pakai moral dikit … karenanya saya nggak alcoholic, nggak narkoba, nggak sex bebas when I was young dan still virgin untill my marriage on 32nd years old ….. setia pada satu istri dan sayang keluarga … he.. he… ( keep me straight and right God … amen )
Anyway …. bukannya saya setuju si gundul puji atau bahkan paedophilia dalam arti sebenarnya, tapi saya hanya bersikap TIDAK MENGHAKIMI !!! itu saja. Inilah dunia dengan gelap dan terangnya, malaikat dan setannya, hitam dan putihnya. Seperti kata-kata seorang figur dalam sebuah manga Jepang …. Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat dunia ini berkembang. KEBENARAN ??? tak satu orangpun mengetahui kebenaran kecuali ia telah mati. Setelah mati orang akan tahu apakah yang dibelanya mati-matian sewaktu ia masih hidup adalah kebenaran sesungguhnya … atau justru malah setelah mati ternyata nggak ada apa-apa ? kasian deh manusia&lt;/blockquote&gt;

ntah kenapa komen anda cocok dengan pemikiran saya. salah satu yang paling saya takutkan adalah, kalo setelah saya mati nanti apa yang saya anggap benar itu ternyata salah dan sebaliknya.

yah gak menutup kemungkinan beberapa ribu tahun lagi poligami itu fine2 aja dan dianjurkan, ato pedofilia dianjurkan (sapa taw cewe2 jadi mandul pas umur 20 tahun jadi harus kawin pas umur 12 tahun, smoga saja gak kejadian). karena benar salah menurut manusia itu berbanding lurus dengan kesusilaan.

saya jadi teringat kata2 bapak saya. dia nanya gini ke saya &quot;kalo kamu sudah berkeluarga nanti, tega gak masukin abah (saya manggil bapak saya abah) ke panti jompo?&quot; dan tentu saja saya jawab &quot;gak mungkin laaah!!&quot; karena saya sangat sayang sama bapak saya itu jadi saya kira saya gak bakal tega masukin bapak saya ke panti jompo. trus bapak saya bilang gini &quot;mungkin aja, sapa tahu ntar pas kamu gede nanti, panti jompo adalah satu2nya pilihan bagi kamu untuk abah, di mana orang2 tua seperti abah harus masuk ke panti jompo supaya bisa mendapatkan perawatan di mana kamu sudah sangat2 sibuk sekali. sapa taw, setiap orang tua nantinya harus masuk panti jompo, dan masuk panti jompo merupakan hal yang dianggap &lt;b&gt;biasa&lt;/b&gt; bagi para anak2 yang orang tuanya sudah renta.&quot; 
parah ya bapak saya :lol: yah saya ngebalesnya, ya jangan sampailah kejadian. untuk saat ini di dalam hati kecil saya menganggap hina anak2 yang masukin ortunya ke panti jompo karena alesan gak sempat ngurusin. tapi sapa yang taw dunia ntar gimana...

&lt;blockquote&gt;Tulisan anda khas pendapat feminis sejati …. yang selalu dan selalu mengatakan bahwa para psk atau perek itu adalah korban. Ada satu hal yang terlewat bahwa selain korban mereka adalah juga pelaku. Contoh, tanpa harus dipaksa di beberapa wilayah di jawa secara kontinyu terjadi proses suply dan demand untuk stok psk baik ke jakarta, bandung, bali, kalimantan, papua, batam atau bahkan ke luar negeri. Dan mereka itu tahu persis kok apa pekerjaan mereka kelak di tempat yang baru.
Korban ??? saya suka ketawa kalo mendengar aktivis perempuan mengatakannya … Ya iya lah, mereka para psk dan perek itu kan juga perlu simpati … ya masak mereka akan bilang datang dan menjadi penghuni lokalisasi dengan sukarela ? Saya yakin nggak ada satupun dari mereka yang mengatakan bahwa mereka terjerumus ke tempat itu akibat salah pergaulan, karena tidak menurut nasehat orang tua atau karena menuruti pola hidup bebas ( meskipun tidak saya pungkiri ada banyak dari mereka yang memang menjadi korban trafficking )

Memang benar non tak ada satupun anak perempuan yang terlahir menjadi perek sebagaimana tak ada satupun anak laki yang terlahir sebagai kriminal, tapi ada satu hal yang sering dilupakan orang bahwa setiap manusia lahir pasti dibekali naluri, hati, akal dan pikiran selain hawa nafsu. Itulah sebabnya dalam Islam kalo anak sudah akil baliq artinya sudah tahu perbedaan benar salah maka beban orang tua sudah lepas darinya. Kata Nabi kalo anakmu yang masih kecil mbalelo maka nasehati, sedikit besar kalo masih mbalelo maka marahilah, besaran lagi tapi tetap gak mau nurut maka gunakan tangan. Tapi kalo tuh anak sudah akil baliq dan anakmu masih nggak patuh juga maka hisab anak-anakmu sudah bukan tanggunganmu lagi melainkan tanggungan mereka sendiri.
Saya agak geli membayangkan cewek-cewek yang hobi dugem, maniak bar atau diskotik yang akrab dengan minuman keras dan narkoba trus mereka jual diri pas butuh uang untuk kemudian mereka disebut korban. Kalo ditelusuri lantas mereka akan meyalahkan keluarga yang broken, lingkungan yang tidak kondusif … dsb… dsb…. Seakan-akan ada pembenaran kalo keluarga berantakan maka kita juga boleh ikut rusak-rusakan. &lt;/blockquote&gt;

nice...saya setuju :D 

klo dipikir lebih mendalam memang benar kata2 anda. seperti yang sudah saya tulis di atas, para perek itu (sama seperti ulfa) bukan 100% korban, karena keputusan ada di tangan mereka. sebelumnya ini saya membahas para perek yang &quot;terpaksa&quot; menjual diri demi sesuatu yang mereka anggap penting. tapi itu tidak menjadikan cowo2 yang &quot;make&quot; mreka lebih baik.

kalo cewe2 yang hobi dugem trus jual diri, itu mah penyakit :lol: yang ini mah bukan korban.

saya tidak pernah hidup di keluarga yang &quot;rusuh&quot; keluarga saya adem ayem, saya sering dianggap remeh temen2 saya yang hidup keluarganya &quot;complicated&quot; karena bagi mreka kehidupan saya cukup &quot;damai&quot;.

ntah dari suatu keadaan yang saya sebut di atas itu muncul sedikit rasa tolerir dari saya untuk para anak2 yang keluarganya &quot;rusuh&quot;. menyakiti diri sendiri agar rasa sakit yang lain terlupakan, biasanya ada tuh anak korban KDRT yang kek gitu. ataw anak2 yang nenggak heroin supaya lupa sgala kisruh di keluarganya.

tindakan bodoh emang, tapi mnurut saya itu masih manusiawi. itu titik terlemah seorang manusia. saya bilang bodoh karena mereka pasti udah tahu resikonya tapi tetep nekat. sama seperti pencuri susu yang saya sebut di atas, karena orang2 gak bakal peduli urusan keluarganya yang tampak adalah kamu jual diri dan minum obat.

tepatnya mereka itu mungkin lemah, ulfa, pencuri susu, para perek dugem itu lemah. saya anggap lemah karena ada orang yang nasibnya lebih susah tapi masih bisa survive tanpa nekat.

dalam kasus ulfa, saya membenci pudji habis2an karena dia memanfaatkan kelemahan ulfa.

&lt;blockquote&gt;Kepanjangan yah ? namanya juga baru belajar nulis jadi masih semangat-semangatnya. Terserah anda mau ditanggapi apa nggak, pendapat saya bukan tentu juga benar kok karena setiap orang memang melihat dunia dari sudut dimana ia berdiri, yang dengan sudut itu tentu saja menyisakan blind spot yang tidak terlihat olehnya. Saya sendiri cukup mendapat pencerahan dari anda … Undoubtly I am your big fan, keep on writing ….&lt;/blockquote&gt;

kenapa gak ngeblog aja :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>banyak&#8230;. &gt;.&lt;</p>
<blockquote><p>Setuju ….. tapi kayaknya kita nggak hidup nggak hidup di dunia ideal deh. Di luar kita ada ribuan atau bahkan jutaan anak dibawah umur yang terpaksa menjalani hidup tanpa bisa merasakan indahnya masa kecil. Sebagian karena harus bekerja demi kelangsungan hidup, sebagian lagi terpaksa atau dipaksa menikah untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, pertanyaannya … kita bisa apa ? bukankah anak-anak itu juga punya mimpi yang harus dibeli dengan tangan-tangan kecil mereka dengan keringat mereka yang seharusnya belum menetes pada waktunya ?.<br />
Apakah kita tahu persis bahwa Ulfa tidak punya keinginan untuk dapat hidup layak, untuk punya baju bagus yang trendy, punya HP terbaru, untuk punya laptop, makan di restoran-restoran fastfod terkenal, untuk punya rumah besar dan mobil atau setidaknya keinginan untuk membahagiakan keluarganya?. Siapa tahu dalam hati ia berkata ….<br />
“Kalian enak saja bilang seperti itu karena semua kebutuhan kalian sudah tercukupi hanya dengan meminta pada orang tua kalian, tapi aku terpaksa harus menerima lamaran seorang bandot tua untuk dapat menikmati manisnya hidup layaknya kalian …”</p></blockquote>
<p>hmmm&#8230;yah&#8230;saya juga merasa serba salah dalam posisi ulfa. saya juga sadar kok kalo masa depan ulfa itu suram gara2 polemik yang didepankan masyarakat dewasa yang kejam ini. tapi saya fokus pada si ujung pangkal persoalan, pudji. kita memang gak bisa berbuat apa2, tapi saya ingin mengomentari kakek2 ujung pangkal masalah ini. pokoknya saya benci pudji laah -.-;</p>
<p>i feel bad buat ulfa, kadang gw juga bingung cara terbaik untuk penyelesaian kasus ini gimana? membiarkan mreka langgeng? itu akan menjadi seperti sebuah ultimatum perizinan buat para pedo.</p>
<p>untuk kata2 terakhir itu, kalo dikatain kek gitu mungkin saya bakal diem aja. karena saya berada dalam posisi yang tidak pantas untuk menjawab. saya gak ngerti perasaan si ukfa. walaupun dulu saya juga pernah hidup susah walau mungkin gak sesusah kehidupan si ulfa (makanya saya gak merasa pantes menjawabnya) saya juga pernah merasakan rasa iri melihat rumah teman2 saya bagus2 dan dari beton sedangkan saya tinggal di daerah kumuh dari kayu dan atap seng. tapi ntah kenapa gak pernah terbesit pun rasa &#8220;ingin mengambil jalan pintas&#8221;. banyak faktor dalam perkembangan seorang anak ato abg. misalnya dulu waktu jaman saya, yang ada sinetron keluarga cemara, jarang mah sinetron hedon yang anak smp pun bawa mobil mewah sendiri. dan jelas dan tentu saja didikan ortu. </p>
<p>gw sih berharap ulfa bisa ngambil hikmahnya, itu keputusannya sendiri, dia sendiri yang setuju maw nikah dengan kakek2 yang sialnya riya kelas berat dan tukang pamer sehingga kawinannya keekspos ke mana2.ya, ulfa memang korban, tapi bukan berarti dia menjadi cewe paling menderita sedunia dan 100% korban dari kejamnya dunia. paling tidak dari kasus ini ulfa punya kesalahan sekitar 1% (itung2annya ngawur nih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  ) karena dia yang memutuskan. dia yang memutuskan ingin hidup enak seperti orang lain. ingin segala keinginan terkabul seperti orang lain. dan masa depan itu gak bisa diprediksi.</p>
<p>tapi susah memang&#8230;. saya tidak tahu, kenapa ulfa maw nikahin si bandot bertampang rampok itu. tapi tetap, dia melakukan hal yang tabu. sama saja seperti orang miskin mencuri susu demi anaknya, di depan orang dia tetap mencuri.</p>
<blockquote><p>Jujur saja, orang seringkali berpendapat hanya berdasar jalan pikiran mereka masing-masing atau menurut apa yang sudah dianggap benar secara umum. Jarang orang berpikiran pada posisi orang yang dibicarakan.
</p></blockquote>
<p>yup setuju, tapi itu adalah resiko. seperti halnya para pencuri. mreka mencuri demi keluarganya tetap saja pencuri. orang jarang memikirkan berada di posisi di mana mungkin esok anak mereka bakal mati kalo gak dikasih susu. tapi mnurut saya itu wajar&#8230;kenapa? karena banyak jalan menuju ke roma. </p>
<p>klo semua orang miskin banged seperti pencuri itu bakal mati esok hari kalo gak mencuri mungkin bisa ditolerir, tapi di pelosok sana, ada bapak2 yang bisa bertahan hidup dengan memecah batu dan penghasilan maksimal 10ribu perminggu, maksimal lo kadang gak dapat sama skali. dan mereka hidup. jadi pencuri gak bisa memakai alasan &#8220;demi susu anak&#8221; sebagai pembenaran atas tindakan pencurian. yah sebelas duabelas lah sama ulfa, cewe melarat gak cuman dia, jadi kalo dia menganggap keluarga miskinnya itu sebagai pembenaran pernikahan dia dengan sang bandot, well&#8230;.. kalo saya sih gak setuju, kalo saya looo&#8230;.</p>
<blockquote><p>
Bukan mau pamer … sudah sejak kecil saya bekerja dan mencari uang, mulai dari membantu tetangga membuat es lilin untuk kemudian menjualnya esok hari sepulang sekolah, mencari kalajengking untuk dijual minyaknya ke tukang obat penumbuh rambut, mencari ular untuk dijual kulitnya sampai jadi tukang menutup jok sepeda motor dengan kardus bekas. Itu saya jalani bahkan pada saat saya masih SD sementara teman-teman sebaya saya asyik bermain video game atau menonton video .<br />
Para ahli psikologi anak seringkali ribut tentang hak anak untuk menikmati masa anak-anak dan bukannya bekerja …. but they wrong, saya asyik-asyik saja tuh dulu masa anak-anak saya habis untuk mencari uang. Karena ada satu hal yang para ahli itu lupa yaitu bahwa anak-anak secara naluri akan selalu menemukan cara untuk bermain tidak perduli dimana mereka atau apa yang mereka kerjakan.</p></blockquote>
<p>yah&#8230;saya kagum dengan anda (jangankan waktu kecil, sampe sekarang aja saya bahkan gak berani megang cicak mati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  apalagi ular ato kalajengking <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>yah maksut si ahli itu mungkin gak segamblang itu. waktu anda kerja dulu mungkin tekanan batin untuk kehidupan keluarga gak terlalu berat (mungkin looo, saya hanya kira2) jadi kerja juga dianggap having fun. yang dipermasalahkan di sini adalah anak2 yang bekerja di bawah tekanan, jadi ya kerjanya gak kerasa fun sama skali. jadi ibaratnya kesenangan masa kecil si anak terenggut. mnurut saya malah lebih baik anak2 jaman sekarang itu mainnya di luar, jangan nonton sinetron hedon mulu.</p>
<blockquote><p>Entahlah … saya memang suka menggunakan jaman dahulu untuk patokan moral. Kalo pakai patokan jaman sekarang saya jadi agak ngeri. Poligami NO ! tapi selingkuh mewabah dan masyarakat adem ayem saja, bahkan bos Playboy yang hidup tanpa ikatan dengan puluhan cewek malah dibela majalahnya pas mau diberangus oleh sebagian ormas Islam. Menikah dini NO ! tapi sex bebas anak-anak muda merajalela dan pemerintah menyediakan fasilitas dengan ATM kondom. Menikahi anak dibawah umur NO ! tapi laki kawin sama laki, cewek sama cewek OK, bahkan seperti yang pernah saya baca di internet ada orang mengajukan permintaan untuk menikahi hewan kesayangannya. Memukul istri ? wah KDRT tuh …. tapi kalo berhubungan sex dengan bondage, sadisme-masokhisme … lain dong, itu variasi dalam berhubungan sex. Bahkan gambaran seksual dengan berdarah-darah juga masih dianggap seni dan bagian dari fantasi. Susah saya pakai patokan moral jaman sekarang karena seperti dilansir Departemen Kesehatan RI, setiap tahun terjadi setidaknya 6.000 kasus aborsi di Indonesia dengan rentang usia pelaku 12 &#8211; 35 tahun. Setiap hari bertambah 5 buah rekaman hubungan sex lewat HP. Setiap tahun jumlah penguna narkoba naik 27%. Angka perceraian pertahun naik sekitar 125% !!! dan statistik-stitistik ngeri lainnya.<br />
Trus kalo pakai patokan moral jaman sekarang …. kayaknya homoseksualitas nggak pa-pa deh karena itu HAM. Jadi jaman dulu itu waktu Tuhan menghukum Sodom dan Gomorah sebagai akibat homoseksualitas mereka, maka itu adalah perbuatan KRIMINAL !!!</p></blockquote>
<p>hmmm&#8230;.saya akan memberi tahu patokan kriminal saya yah, bagi saya tindakan kriminal itu kalo merugikan orang lain (ini mnurut saya lo, pendapat pribadi saya). poligami no, kenapa? karena saya yakin gak ada suami yang bisa bersikap adil dan istri yang setabah itu (kecuali rasul). saya lebih benci lagi poligami, karena mereka menutupi kedok nafsu mreka dengan dalih agama, kalo maw &#8220;yang baru&#8221; ya bilang aja maw yang baru, lebih gentle. selingkuh, itu juga buruk (membohongi pasangan padahal udah komitmen). KDRT apalagi -.-; </p>
<p>nah kalo masalah bondeji2 sadismmasokis itu tergantung kalo saya. saya yang sebagai (ngakunya, semoga kesampaian) desainer juga suka ke hal yang berdarah2 itu. tapi tunggu dulu, saya sama skali gak menikmati adegan pembunuhan asli. gak usah video2 snuff (yang kata temen saya gak mungkin ada di dunia), pilem kanibal holokos aja saya gak demen. saya cuman tertarik grafis ilustrasi tangan yang bernuansa asylum dan gothic. jadi, gak masalah sepanjang yang di gambar ato di video tersebut orangnya gak diiris2 betulan. kan ada yang namanya sotosop <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  jadi kasus bondeji2 dan BDSM ini bagi saya gak masalah karena gak ada yang merasa dirugikan. tiap orang punya penilaian tersendiri terhadap indah dan seni itu apa. jadi kalo anda anggap lidah dicucuk dan berlumuran darah itu bukan seni, tapi ada yang menganggapnya itu indah.</p>
<p>masalah video bokep hape, homo lesbi itu kalo menurut saya lebih menjurus ke masalah kesusilaan. yang saya amati sih, batas2 kesusilaan itu semakin hari akan berubah seiring dengan kemampuan berpikir dan perbedaan sudut pandang orang yang semakin beragam. jadi kalo dulu homo lesbi itu tabu sekarang jadi lebih diterima. dan menurut saya homolesbi masih tabu kok sampe sekarang, bahkan untuk negara sebebas amerika pun. jadi kalo ada 2 orang cowo ato 2 orang cewe ciuman di depan saya, saya gak masalah, saya gak merasa dirugikan. hanya karena diri sendiri menganggap jijik keadaan orang lain, bukan berarti menjudge mreka berbuat kriminal. tergantung mreka sendiri juga sih menempatkan diri mreka gimana supaya gak melanggar asusila. </p>
<p>dan TUHAN menghukum sodom dan gomorah itu karena dosa mreka. bagi saya dosa /= kriminal. mnurut agama saya, dosa makan babi, tapi klo saya makan babi gak bakal dipenjara kan? dan bukan pula makan babi itu tindakan kriminal.</p>
<p>nah kalo masalah bokep2 abg gak jelas itu mah saya lebih cenderung akan mengatakan, they are so stupid. i have no idea, bener2 deh&#8230;saya untuk yang satu ini masih bingung kenapa jugaaaaa maw bikin video bokep live -.-; klo udah ketahuan baru deh termehek mehek&#8230;</p>
<blockquote><p>Alhamdulillah saya mengikuti saran anda untuk mikir pakai moral dikit … karenanya saya nggak alcoholic, nggak narkoba, nggak sex bebas when I was young dan still virgin untill my marriage on 32nd years old ….. setia pada satu istri dan sayang keluarga … he.. he… ( keep me straight and right God … amen )<br />
Anyway …. bukannya saya setuju si gundul puji atau bahkan paedophilia dalam arti sebenarnya, tapi saya hanya bersikap TIDAK MENGHAKIMI !!! itu saja. Inilah dunia dengan gelap dan terangnya, malaikat dan setannya, hitam dan putihnya. Seperti kata-kata seorang figur dalam sebuah manga Jepang …. Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat dunia ini berkembang. KEBENARAN ??? tak satu orangpun mengetahui kebenaran kecuali ia telah mati. Setelah mati orang akan tahu apakah yang dibelanya mati-matian sewaktu ia masih hidup adalah kebenaran sesungguhnya … atau justru malah setelah mati ternyata nggak ada apa-apa ? kasian deh manusia</p></blockquote>
<p>ntah kenapa komen anda cocok dengan pemikiran saya. salah satu yang paling saya takutkan adalah, kalo setelah saya mati nanti apa yang saya anggap benar itu ternyata salah dan sebaliknya.</p>
<p>yah gak menutup kemungkinan beberapa ribu tahun lagi poligami itu fine2 aja dan dianjurkan, ato pedofilia dianjurkan (sapa taw cewe2 jadi mandul pas umur 20 tahun jadi harus kawin pas umur 12 tahun, smoga saja gak kejadian). karena benar salah menurut manusia itu berbanding lurus dengan kesusilaan.</p>
<p>saya jadi teringat kata2 bapak saya. dia nanya gini ke saya &#8220;kalo kamu sudah berkeluarga nanti, tega gak masukin abah (saya manggil bapak saya abah) ke panti jompo?&#8221; dan tentu saja saya jawab &#8220;gak mungkin laaah!!&#8221; karena saya sangat sayang sama bapak saya itu jadi saya kira saya gak bakal tega masukin bapak saya ke panti jompo. trus bapak saya bilang gini &#8220;mungkin aja, sapa tahu ntar pas kamu gede nanti, panti jompo adalah satu2nya pilihan bagi kamu untuk abah, di mana orang2 tua seperti abah harus masuk ke panti jompo supaya bisa mendapatkan perawatan di mana kamu sudah sangat2 sibuk sekali. sapa taw, setiap orang tua nantinya harus masuk panti jompo, dan masuk panti jompo merupakan hal yang dianggap <b>biasa</b> bagi para anak2 yang orang tuanya sudah renta.&#8221;<br />
parah ya bapak saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  yah saya ngebalesnya, ya jangan sampailah kejadian. untuk saat ini di dalam hati kecil saya menganggap hina anak2 yang masukin ortunya ke panti jompo karena alesan gak sempat ngurusin. tapi sapa yang taw dunia ntar gimana&#8230;</p>
<blockquote><p>Tulisan anda khas pendapat feminis sejati …. yang selalu dan selalu mengatakan bahwa para psk atau perek itu adalah korban. Ada satu hal yang terlewat bahwa selain korban mereka adalah juga pelaku. Contoh, tanpa harus dipaksa di beberapa wilayah di jawa secara kontinyu terjadi proses suply dan demand untuk stok psk baik ke jakarta, bandung, bali, kalimantan, papua, batam atau bahkan ke luar negeri. Dan mereka itu tahu persis kok apa pekerjaan mereka kelak di tempat yang baru.<br />
Korban ??? saya suka ketawa kalo mendengar aktivis perempuan mengatakannya … Ya iya lah, mereka para psk dan perek itu kan juga perlu simpati … ya masak mereka akan bilang datang dan menjadi penghuni lokalisasi dengan sukarela ? Saya yakin nggak ada satupun dari mereka yang mengatakan bahwa mereka terjerumus ke tempat itu akibat salah pergaulan, karena tidak menurut nasehat orang tua atau karena menuruti pola hidup bebas ( meskipun tidak saya pungkiri ada banyak dari mereka yang memang menjadi korban trafficking )</p>
<p>Memang benar non tak ada satupun anak perempuan yang terlahir menjadi perek sebagaimana tak ada satupun anak laki yang terlahir sebagai kriminal, tapi ada satu hal yang sering dilupakan orang bahwa setiap manusia lahir pasti dibekali naluri, hati, akal dan pikiran selain hawa nafsu. Itulah sebabnya dalam Islam kalo anak sudah akil baliq artinya sudah tahu perbedaan benar salah maka beban orang tua sudah lepas darinya. Kata Nabi kalo anakmu yang masih kecil mbalelo maka nasehati, sedikit besar kalo masih mbalelo maka marahilah, besaran lagi tapi tetap gak mau nurut maka gunakan tangan. Tapi kalo tuh anak sudah akil baliq dan anakmu masih nggak patuh juga maka hisab anak-anakmu sudah bukan tanggunganmu lagi melainkan tanggungan mereka sendiri.<br />
Saya agak geli membayangkan cewek-cewek yang hobi dugem, maniak bar atau diskotik yang akrab dengan minuman keras dan narkoba trus mereka jual diri pas butuh uang untuk kemudian mereka disebut korban. Kalo ditelusuri lantas mereka akan meyalahkan keluarga yang broken, lingkungan yang tidak kondusif … dsb… dsb…. Seakan-akan ada pembenaran kalo keluarga berantakan maka kita juga boleh ikut rusak-rusakan. </p></blockquote>
<p>nice&#8230;saya setuju <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>klo dipikir lebih mendalam memang benar kata2 anda. seperti yang sudah saya tulis di atas, para perek itu (sama seperti ulfa) bukan 100% korban, karena keputusan ada di tangan mereka. sebelumnya ini saya membahas para perek yang &#8220;terpaksa&#8221; menjual diri demi sesuatu yang mereka anggap penting. tapi itu tidak menjadikan cowo2 yang &#8220;make&#8221; mreka lebih baik.</p>
<p>kalo cewe2 yang hobi dugem trus jual diri, itu mah penyakit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  yang ini mah bukan korban.</p>
<p>saya tidak pernah hidup di keluarga yang &#8220;rusuh&#8221; keluarga saya adem ayem, saya sering dianggap remeh temen2 saya yang hidup keluarganya &#8220;complicated&#8221; karena bagi mreka kehidupan saya cukup &#8220;damai&#8221;.</p>
<p>ntah dari suatu keadaan yang saya sebut di atas itu muncul sedikit rasa tolerir dari saya untuk para anak2 yang keluarganya &#8220;rusuh&#8221;. menyakiti diri sendiri agar rasa sakit yang lain terlupakan, biasanya ada tuh anak korban KDRT yang kek gitu. ataw anak2 yang nenggak heroin supaya lupa sgala kisruh di keluarganya.</p>
<p>tindakan bodoh emang, tapi mnurut saya itu masih manusiawi. itu titik terlemah seorang manusia. saya bilang bodoh karena mereka pasti udah tahu resikonya tapi tetep nekat. sama seperti pencuri susu yang saya sebut di atas, karena orang2 gak bakal peduli urusan keluarganya yang tampak adalah kamu jual diri dan minum obat.</p>
<p>tepatnya mereka itu mungkin lemah, ulfa, pencuri susu, para perek dugem itu lemah. saya anggap lemah karena ada orang yang nasibnya lebih susah tapi masih bisa survive tanpa nekat.</p>
<p>dalam kasus ulfa, saya membenci pudji habis2an karena dia memanfaatkan kelemahan ulfa.</p>
<blockquote><p>Kepanjangan yah ? namanya juga baru belajar nulis jadi masih semangat-semangatnya. Terserah anda mau ditanggapi apa nggak, pendapat saya bukan tentu juga benar kok karena setiap orang memang melihat dunia dari sudut dimana ia berdiri, yang dengan sudut itu tentu saja menyisakan blind spot yang tidak terlihat olehnya. Saya sendiri cukup mendapat pencerahan dari anda … Undoubtly I am your big fan, keep on writing ….</p></blockquote>
<p>kenapa gak ngeblog aja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mbanxat</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-606</link>
		<dc:creator>mbanxat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 07:14:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-606</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini prinsip gw, PERNIKAHAN ITU BUKAN HANYA MASALAH FISIK. biar umur 2 tahun udah akil balik juga, yang namanya nikah itu sakral. bukan hanya fisik. perhatikan perkembangan psikologi dan kemampuan memilih sang anak. umur 10 tahun biar dikata udah bisa brojol juga, mreka masih punya hak untuk merasakan indahnya masa kecil tanpa terikat status suami istri. biarkan anak2 ini berjalan perlahan. gak usah bandingin ama jaman dulu, klo gak suka ama jaman sekarang kembali aja ke dalam rumah dan anggap tu dunia seperti abad 18 sebagai manusia, punya sendiri donk rasa moral. entah itu nenek lu engkong lu kawin umur 10, kalo sekarang lu ngawinin bocah kakek nenek lu bisa dijadiin pembenaran? kenapa gak sekalian aja bikin harem 1000 istri dengan pembenaran jaman dulu juga cowo ada yang punya harem. mikir pake moral dikit napa sih.</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p>Setuju &#8230;.. tapi kayaknya kita nggak hidup nggak hidup di dunia ideal deh. Di luar kita ada ribuan atau bahkan jutaan anak dibawah umur yang terpaksa menjalani hidup tanpa bisa merasakan indahnya masa kecil. Sebagian karena harus bekerja demi kelangsungan hidup, sebagian lagi terpaksa atau dipaksa menikah untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, pertanyaannya &#8230; kita bisa apa ? bukankah anak-anak itu juga punya mimpi yang harus dibeli dengan tangan-tangan kecil mereka dengan keringat mereka yang seharusnya belum menetes pada waktunya ?.<br />
Apakah kita tahu persis bahwa Ulfa tidak punya keinginan untuk dapat hidup layak, untuk punya baju bagus yang trendy, punya HP terbaru, untuk punya laptop, makan di restoran-restoran fastfod terkenal, untuk punya rumah besar dan mobil atau setidaknya  keinginan untuk membahagiakan keluarganya?. Siapa tahu dalam hati ia berkata &#8230;.<br />
&#8220;Kalian enak saja bilang seperti itu karena semua kebutuhan kalian sudah tercukupi hanya dengan meminta pada orang tua kalian, tapi aku terpaksa harus menerima lamaran seorang bandot tua untuk dapat menikmati manisnya hidup layaknya kalian &#8230;&#8221;</p>
<p>Jujur saja, orang seringkali berpendapat hanya berdasar jalan pikiran mereka masing-masing atau  menurut apa yang sudah dianggap benar secara umum. Jarang orang berpikiran pada posisi orang yang dibicarakan.<br />
Bukan mau pamer &#8230; sudah sejak kecil saya bekerja dan mencari uang, mulai dari membantu tetangga membuat es lilin untuk kemudian menjualnya esok hari sepulang sekolah, mencari kalajengking untuk dijual minyaknya ke tukang obat penumbuh rambut, mencari ular untuk dijual kulitnya sampai jadi tukang menutup jok sepeda motor dengan kardus bekas. Itu saya jalani bahkan pada saat saya masih SD sementara teman-teman sebaya saya asyik bermain video game atau menonton video .<br />
Para ahli psikologi anak seringkali ribut tentang hak anak untuk menikmati masa anak-anak dan bukannya bekerja &#8230;. but they wrong, saya asyik-asyik saja tuh dulu masa anak-anak saya habis untuk mencari uang. Karena ada satu hal yang para ahli itu lupa yaitu bahwa anak-anak secara naluri akan selalu menemukan cara untuk bermain tidak perduli dimana mereka atau apa yang mereka kerjakan. </p>
<p>Entahlah &#8230; saya memang suka menggunakan jaman dahulu untuk patokan moral. Kalo pakai patokan jaman sekarang saya jadi agak ngeri. Poligami NO ! tapi selingkuh mewabah dan masyarakat adem ayem saja, bahkan bos Playboy yang hidup tanpa ikatan dengan puluhan cewek malah dibela majalahnya pas mau diberangus oleh sebagian ormas Islam. Menikah dini NO ! tapi sex bebas anak-anak muda merajalela dan pemerintah menyediakan fasilitas dengan ATM kondom. Menikahi anak dibawah umur NO ! tapi laki kawin sama laki, cewek sama cewek OK, bahkan seperti yang pernah saya baca di internet ada orang mengajukan permintaan untuk menikahi hewan kesayangannya. Memukul istri ? wah KDRT tuh &#8230;. tapi kalo berhubungan sex dengan bondage, sadisme-masokhisme &#8230; lain dong, itu variasi dalam berhubungan sex. Bahkan gambaran seksual dengan berdarah-darah juga masih dianggap seni dan bagian dari fantasi. Susah saya pakai patokan moral jaman sekarang karena seperti dilansir Departemen Kesehatan RI, setiap tahun terjadi setidaknya 6.000 kasus aborsi di Indonesia dengan rentang usia pelaku 12 &#8211; 35 tahun. Setiap hari bertambah 5 buah rekaman hubungan sex lewat HP. Setiap tahun jumlah penguna narkoba naik 27%. Angka perceraian pertahun naik sekitar 125% !!! dan statistik-stitistik ngeri lainnya.<br />
Trus kalo pakai patokan moral jaman sekarang &#8230;. kayaknya homoseksualitas nggak pa-pa deh karena itu HAM. Jadi jaman dulu itu waktu Tuhan menghukum Sodom dan Gomorah sebagai akibat homoseksualitas mereka, maka itu adalah perbuatan KRIMINAL !!!</p>
<p>Alhamdulillah saya mengikuti saran anda untuk mikir pakai moral dikit &#8230; karenanya saya nggak alcoholic, nggak narkoba, nggak sex bebas when I was young dan still virgin untill my marriage on 32nd years old &#8230;.. setia pada satu istri dan sayang keluarga &#8230; he.. he&#8230; ( keep me straight and right God &#8230; amen )<br />
Anyway &#8230;. bukannya saya setuju si gundul puji atau bahkan paedophilia dalam arti sebenarnya, tapi saya hanya bersikap TIDAK MENGHAKIMI !!! itu saja. Inilah dunia dengan gelap dan terangnya, malaikat dan setannya, hitam dan putihnya. Seperti kata-kata seorang figur dalam sebuah manga Jepang &#8230;. Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat dunia ini berkembang. KEBENARAN ??? tak satu orangpun mengetahui kebenaran kecuali ia telah mati. Setelah mati orang akan tahu apakah yang dibelanya mati-matian sewaktu ia masih hidup adalah kebenaran sesungguhnya &#8230; atau justru malah setelah mati ternyata nggak ada apa-apa ? kasian deh manusia</p>
<p>&#8230;&#8230;..</p>
<p>terus mawnya apa? maw gw harus komentarin semua laki2 bangsat itu? mana gw tahu kasusnya bimbim, gw jarang nonton inpoteimen. emang gw router apa semua berita bisa didapat. </p>
<p>perek2 di bawah umur itu juga korban. korban betapa banyaknya siaran hedon di tipi indonesia, kurangnya pendidikan moral di indonesia. gak ada cewe yang terlahir memang langsung jadi perek, lingkungan yang berperan membentuk mereka. mereka korban lingkungan mereka. andai cewek2 perek itu dibesarkan di lingkungan anda, sebagai adik anda, apakah cewe itu jadi perek?</p>
<p>jadi, kenapa mereka yang disalahkan? kenapa gak om2 senang itu? enak emang jadi cowo bisanya cuman nyalahin perek.</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p>Tulisan anda khas pendapat feminis sejati &#8230;. yang selalu dan selalu mengatakan bahwa para psk atau perek itu adalah korban. Ada satu hal yang terlewat bahwa selain korban mereka adalah juga pelaku. Contoh, tanpa harus dipaksa di beberapa wilayah di jawa secara kontinyu terjadi proses suply dan demand untuk stok psk baik ke jakarta, bandung, bali, kalimantan, papua, batam atau bahkan ke luar negeri. Dan mereka itu tahu persis kok apa pekerjaan mereka kelak di tempat yang baru.<br />
Korban ??? saya suka ketawa kalo mendengar aktivis perempuan mengatakannya &#8230; Ya iya lah, mereka para psk dan perek itu kan juga perlu simpati &#8230; ya masak mereka akan bilang datang dan menjadi penghuni lokalisasi dengan sukarela ? Saya yakin nggak ada satupun dari mereka yang mengatakan bahwa mereka terjerumus ke tempat itu akibat salah pergaulan, karena tidak menurut nasehat orang tua atau karena menuruti pola hidup bebas ( meskipun tidak saya pungkiri ada banyak dari mereka yang memang menjadi korban trafficking )</p>
<p>Memang benar non tak ada satupun anak perempuan yang terlahir menjadi perek sebagaimana tak ada satupun anak laki yang terlahir sebagai kriminal, tapi ada satu hal yang sering dilupakan orang bahwa setiap manusia lahir pasti dibekali naluri, hati, akal dan pikiran selain hawa nafsu. Itulah sebabnya dalam Islam kalo anak sudah akil baliq artinya sudah tahu perbedaan benar salah maka beban orang tua sudah lepas darinya. Kata Nabi kalo anakmu yang masih kecil mbalelo maka nasehati, sedikit besar kalo masih mbalelo maka marahilah, besaran lagi tapi tetap gak mau nurut maka gunakan tangan. Tapi kalo tuh anak sudah akil baliq dan anakmu masih nggak patuh juga maka hisab anak-anakmu sudah bukan tanggunganmu lagi melainkan tanggungan mereka sendiri.<br />
Saya agak geli membayangkan cewek-cewek yang hobi dugem, maniak bar atau diskotik yang akrab dengan minuman keras dan narkoba trus mereka jual diri pas butuh uang untuk kemudian mereka disebut korban. Kalo ditelusuri lantas mereka akan meyalahkan keluarga yang broken, lingkungan yang tidak kondusif &#8230; dsb&#8230; dsb&#8230;. Seakan-akan ada pembenaran kalo keluarga berantakan maka kita juga boleh ikut rusak-rusakan.  </p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Kepanjangan yah ? namanya juga baru belajar nulis jadi masih semangat-semangatnya. Terserah anda mau ditanggapi apa nggak, pendapat saya bukan tentu juga benar kok karena setiap orang memang melihat dunia dari sudut dimana ia berdiri, yang dengan sudut itu tentu saja menyisakan blind spot yang tidak terlihat olehnya. Saya sendiri cukup mendapat pencerahan dari anda &#8230; Undoubtly I am your big fan, keep on writing &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nonasheila</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-597</link>
		<dc:creator>nonasheila</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 11:01:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-597</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Mau tanya niih …. batasan dibawah umur tuh berapa sih ? yang universal yah… jangan menurut standar Islam maupun yang standar barat. Meskipun bukan pendukung pedo, namun menurut dunia kedokteran, organ-organ reproduksi manusia baik laki atau perempuan sudah bisa dikatakan matang dan sudah bisa melakukan fungsinya pada usia 10 - 15 tahun.
Jaman kakek nenek kita sudah umum nikah dibawah limabelas tahun dan nyatanya baik-baik aja tuh malah langgeng dan melahirkan generasi macam kita-kita. Malah sekarang generasi kita sudah jamak pernikahan berumur gak sampe sepuluh, lima atau bahkan setahun padahal katanya sudah sesuai dengan segala macam tetek bengek standar baku syarat pernikahan menurut kacamata ( katanya ) moral modern.&lt;/blockquote&gt;


ini prinsip gw, PERNIKAHAN ITU BUKAN HANYA MASALAH FISIK. biar umur 2 tahun udah akil balik juga, yang namanya nikah itu sakral. bukan hanya fisik. perhatikan perkembangan psikologi dan kemampuan memilih sang anak. umur 10 tahun biar dikata udah bisa brojol juga, mreka masih punya hak untuk merasakan indahnya masa kecil tanpa terikat status suami istri. biarkan anak2 ini berjalan perlahan. gak usah bandingin ama jaman dulu, klo gak suka ama jaman sekarang kembali aja ke dalam rumah dan anggap tu dunia seperti abad 18... sebagai manusia, punya sendiri donk rasa moral. entah itu nenek lu engkong lu kawin umur 10, kalo sekarang lu ngawinin bocah kakek nenek lu bisa dijadiin pembenaran? kenapa gak sekalian aja bikin harem 1000 istri dengan pembenaran jaman dulu juga cowo ada yang punya harem. mikir pake moral dikit napa sih.

&lt;blockquote&gt;BTW… saya juga sebel ngeliat si gundul puji yang sok pake alasan tai kucing pengkaderan penerus bisnisnya. Tapi ssssttt…. kok baru sekarang yah ramenya ( apa karena doi dikait-kaitkan dengan Islam ?! ). Trus kenapa Bimbim Slank kawin sama anak kelas 2 SMP dulu bacot semua orang pada diam. Trus juga kenapa gak disikat aja germo-germo di komplek pelacuran di seluruh Indonesia padahal jelas-jelas mereka menyediakan “menu” daun muda. Di kota-kota besar ( gak usah mangkir ) banyak tuh perek dibawah umur dengan julukan dan istilahnya masing-masing …. sssttt, lucunya lagi kalo mereka digaruk dan ditangkap, malah LSM-LSM ( berkedok ) HAM yang paling lantang membela mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah korban. Korban tai kucing … jelas-jelas mereka konsumen tetap restoran-restoran fastfood , pengikut aktif tren mode dan pemilik alat-alat komunikasi terbaru dan termahal. &lt;/blockquote&gt;

terus mawnya apa? maw gw harus komentarin semua laki2 bangsat itu? mana gw tahu kasusnya bimbim, gw jarang nonton inpoteimen. emang gw router apa semua berita bisa didapat. 

perek2 di bawah umur itu juga korban. korban betapa banyaknya siaran hedon di tipi indonesia, kurangnya pendidikan moral di indonesia. gak ada cewe yang terlahir memang langsung jadi perek, lingkungan yang berperan membentuk mereka. mereka korban lingkungan mereka. andai cewek2 perek itu dibesarkan di lingkungan anda, sebagai adik anda, apakah cewe itu jadi perek?

jadi, kenapa mereka yang disalahkan? kenapa gak om2 senang itu? enak emang jadi cowo bisanya cuman nyalahin perek.&lt;/blockquote&gt;

&lt;blockquote&gt;
Setuju kalo semua orang ngatain bangsat si botak puji …. namun buat aku setidaknya si gundul itu melakukannya secara legal melalui pernikahan dengan segala aturan yang mengikatnya. Gak seperti kebanyakan om-om yang beli putus jam-jaman … and after that the life goes on dan bacot orang seluruh dunia pada bungkam karena itu sudah dianggap lumrah oleh moral dunia modern.

At least …. Ini jamannya HAM, si gundul puji melamar, keluarga Ulfa menerima dan si ulfa sendiri mau …. kenapa kita yang ribut ?! kayak kurang kerjaan aja.&lt;/blockquote&gt;

lah, memang om2 senang itu salah, apakah dengan ada yang lebih buruk dari si setan puji itu menjadikan si puji lebih suci?

namanya pedo tetep pedo, HE HAD SEX WITH UNDERAGED CHILD FOR GOD SAKE!!! dia nikah secara hukum juga gak legal kok.

terus? kenapa? gw gak boleh komentarin pudji? kalo gw komentar kok elu yang sewot? KAYAK KURANG KERJAAN AJA. emang kalo gw komentar ada yang merasa dirugikan. ELO MERASA DIRUGIKAN? 

trus apa hubungannya sama HAM? elo maw perkosa orang dibilang punya hak gitu? di DUNIA INI BUKAN HANYA ADA HAK TAPI JUGA KEWAJIBAN DAN PENGENDALIAN DIRI SERTA MENGHORMATI ORANG LAIN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mau tanya niih …. batasan dibawah umur tuh berapa sih ? yang universal yah… jangan menurut standar Islam maupun yang standar barat. Meskipun bukan pendukung pedo, namun menurut dunia kedokteran, organ-organ reproduksi manusia baik laki atau perempuan sudah bisa dikatakan matang dan sudah bisa melakukan fungsinya pada usia 10 &#8211; 15 tahun.<br />
Jaman kakek nenek kita sudah umum nikah dibawah limabelas tahun dan nyatanya baik-baik aja tuh malah langgeng dan melahirkan generasi macam kita-kita. Malah sekarang generasi kita sudah jamak pernikahan berumur gak sampe sepuluh, lima atau bahkan setahun padahal katanya sudah sesuai dengan segala macam tetek bengek standar baku syarat pernikahan menurut kacamata ( katanya ) moral modern.</p></blockquote>
<p>ini prinsip gw, PERNIKAHAN ITU BUKAN HANYA MASALAH FISIK. biar umur 2 tahun udah akil balik juga, yang namanya nikah itu sakral. bukan hanya fisik. perhatikan perkembangan psikologi dan kemampuan memilih sang anak. umur 10 tahun biar dikata udah bisa brojol juga, mreka masih punya hak untuk merasakan indahnya masa kecil tanpa terikat status suami istri. biarkan anak2 ini berjalan perlahan. gak usah bandingin ama jaman dulu, klo gak suka ama jaman sekarang kembali aja ke dalam rumah dan anggap tu dunia seperti abad 18&#8230; sebagai manusia, punya sendiri donk rasa moral. entah itu nenek lu engkong lu kawin umur 10, kalo sekarang lu ngawinin bocah kakek nenek lu bisa dijadiin pembenaran? kenapa gak sekalian aja bikin harem 1000 istri dengan pembenaran jaman dulu juga cowo ada yang punya harem. mikir pake moral dikit napa sih.</p>
<blockquote><p>BTW… saya juga sebel ngeliat si gundul puji yang sok pake alasan tai kucing pengkaderan penerus bisnisnya. Tapi ssssttt…. kok baru sekarang yah ramenya ( apa karena doi dikait-kaitkan dengan Islam ?! ). Trus kenapa Bimbim Slank kawin sama anak kelas 2 SMP dulu bacot semua orang pada diam. Trus juga kenapa gak disikat aja germo-germo di komplek pelacuran di seluruh Indonesia padahal jelas-jelas mereka menyediakan “menu” daun muda. Di kota-kota besar ( gak usah mangkir ) banyak tuh perek dibawah umur dengan julukan dan istilahnya masing-masing …. sssttt, lucunya lagi kalo mereka digaruk dan ditangkap, malah LSM-LSM ( berkedok ) HAM yang paling lantang membela mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah korban. Korban tai kucing … jelas-jelas mereka konsumen tetap restoran-restoran fastfood , pengikut aktif tren mode dan pemilik alat-alat komunikasi terbaru dan termahal. </p></blockquote>
<p>terus mawnya apa? maw gw harus komentarin semua laki2 bangsat itu? mana gw tahu kasusnya bimbim, gw jarang nonton inpoteimen. emang gw router apa semua berita bisa didapat. </p>
<p>perek2 di bawah umur itu juga korban. korban betapa banyaknya siaran hedon di tipi indonesia, kurangnya pendidikan moral di indonesia. gak ada cewe yang terlahir memang langsung jadi perek, lingkungan yang berperan membentuk mereka. mereka korban lingkungan mereka. andai cewek2 perek itu dibesarkan di lingkungan anda, sebagai adik anda, apakah cewe itu jadi perek?</p>
<p>jadi, kenapa mereka yang disalahkan? kenapa gak om2 senang itu? enak emang jadi cowo bisanya cuman nyalahin perek.</p>
<blockquote><p>
Setuju kalo semua orang ngatain bangsat si botak puji …. namun buat aku setidaknya si gundul itu melakukannya secara legal melalui pernikahan dengan segala aturan yang mengikatnya. Gak seperti kebanyakan om-om yang beli putus jam-jaman … and after that the life goes on dan bacot orang seluruh dunia pada bungkam karena itu sudah dianggap lumrah oleh moral dunia modern.</p>
<p>At least …. Ini jamannya HAM, si gundul puji melamar, keluarga Ulfa menerima dan si ulfa sendiri mau …. kenapa kita yang ribut ?! kayak kurang kerjaan aja.</p></blockquote>
<p>lah, memang om2 senang itu salah, apakah dengan ada yang lebih buruk dari si setan puji itu menjadikan si puji lebih suci?</p>
<p>namanya pedo tetep pedo, HE HAD SEX WITH UNDERAGED CHILD FOR GOD SAKE!!! dia nikah secara hukum juga gak legal kok.</p>
<p>terus? kenapa? gw gak boleh komentarin pudji? kalo gw komentar kok elu yang sewot? KAYAK KURANG KERJAAN AJA. emang kalo gw komentar ada yang merasa dirugikan. ELO MERASA DIRUGIKAN? </p>
<p>trus apa hubungannya sama HAM? elo maw perkosa orang dibilang punya hak gitu? di DUNIA INI BUKAN HANYA ADA HAK TAPI JUGA KEWAJIBAN DAN PENGENDALIAN DIRI SERTA MENGHORMATI ORANG LAIN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mbanxat</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-596</link>
		<dc:creator>mbanxat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 08:13:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-596</guid>
		<description>Mau tanya niih .... batasan dibawah umur tuh berapa sih ? yang universal yah... jangan menurut standar Islam maupun yang standar barat. Meskipun bukan pendukung pedo, namun menurut dunia kedokteran, organ-organ reproduksi manusia baik laki atau perempuan sudah bisa dikatakan matang dan sudah bisa melakukan fungsinya pada usia 10 - 15 tahun.

Jaman kakek nenek kita sudah umum  nikah dibawah limabelas tahun dan nyatanya baik-baik aja tuh malah langgeng dan melahirkan generasi macam kita-kita. Malah sekarang generasi kita sudah jamak pernikahan berumur gak sampe sepuluh, lima atau bahkan setahun padahal katanya sudah sesuai dengan segala macam tetek bengek standar baku syarat pernikahan menurut kacamata ( katanya ) moral modern.

BTW... saya juga sebel ngeliat si gundul puji yang sok pake alasan tai kucing pengkaderan penerus bisnisnya. Tapi ssssttt.... kok baru sekarang yah ramenya ( apa karena doi dikait-kaitkan dengan Islam ?! ). Trus kenapa Bimbim Slank kawin sama anak kelas 2 SMP dulu bacot semua orang pada diam. Trus juga kenapa gak disikat aja germo-germo di komplek pelacuran di seluruh Indonesia  padahal jelas-jelas mereka menyediakan &quot;menu&quot; daun muda. Di kota-kota besar ( gak usah mangkir ) banyak tuh perek dibawah umur dengan julukan dan istilahnya masing-masing .... sssttt, lucunya lagi kalo mereka digaruk dan ditangkap, malah LSM-LSM ( berkedok ) HAM yang paling lantang membela mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah korban. Korban tai kucing ... jelas-jelas mereka konsumen tetap restoran-restoran fastfood , pengikut aktif tren mode dan pemilik alat-alat komunikasi terbaru dan termahal.

Setuju kalo semua orang ngatain bangsat si botak puji .... namun buat aku setidaknya si gundul itu melakukannya secara legal melalui pernikahan dengan segala aturan yang mengikatnya. Gak seperti kebanyakan om-om yang beli putus jam-jaman ... and after that the life goes on dan bacot orang seluruh dunia pada bungkam karena itu sudah dianggap lumrah oleh moral dunia modern.

At least .... Ini jamannya HAM, si gundul puji melamar, keluarga Ulfa menerima dan si ulfa sendiri mau .... kenapa kita yang ribut ?! kayak kurang kerjaan aja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tanya niih &#8230;. batasan dibawah umur tuh berapa sih ? yang universal yah&#8230; jangan menurut standar Islam maupun yang standar barat. Meskipun bukan pendukung pedo, namun menurut dunia kedokteran, organ-organ reproduksi manusia baik laki atau perempuan sudah bisa dikatakan matang dan sudah bisa melakukan fungsinya pada usia 10 &#8211; 15 tahun.</p>
<p>Jaman kakek nenek kita sudah umum  nikah dibawah limabelas tahun dan nyatanya baik-baik aja tuh malah langgeng dan melahirkan generasi macam kita-kita. Malah sekarang generasi kita sudah jamak pernikahan berumur gak sampe sepuluh, lima atau bahkan setahun padahal katanya sudah sesuai dengan segala macam tetek bengek standar baku syarat pernikahan menurut kacamata ( katanya ) moral modern.</p>
<p>BTW&#8230; saya juga sebel ngeliat si gundul puji yang sok pake alasan tai kucing pengkaderan penerus bisnisnya. Tapi ssssttt&#8230;. kok baru sekarang yah ramenya ( apa karena doi dikait-kaitkan dengan Islam ?! ). Trus kenapa Bimbim Slank kawin sama anak kelas 2 SMP dulu bacot semua orang pada diam. Trus juga kenapa gak disikat aja germo-germo di komplek pelacuran di seluruh Indonesia  padahal jelas-jelas mereka menyediakan &#8220;menu&#8221; daun muda. Di kota-kota besar ( gak usah mangkir ) banyak tuh perek dibawah umur dengan julukan dan istilahnya masing-masing &#8230;. sssttt, lucunya lagi kalo mereka digaruk dan ditangkap, malah LSM-LSM ( berkedok ) HAM yang paling lantang membela mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah korban. Korban tai kucing &#8230; jelas-jelas mereka konsumen tetap restoran-restoran fastfood , pengikut aktif tren mode dan pemilik alat-alat komunikasi terbaru dan termahal.</p>
<p>Setuju kalo semua orang ngatain bangsat si botak puji &#8230;. namun buat aku setidaknya si gundul itu melakukannya secara legal melalui pernikahan dengan segala aturan yang mengikatnya. Gak seperti kebanyakan om-om yang beli putus jam-jaman &#8230; and after that the life goes on dan bacot orang seluruh dunia pada bungkam karena itu sudah dianggap lumrah oleh moral dunia modern.</p>
<p>At least &#8230;. Ini jamannya HAM, si gundul puji melamar, keluarga Ulfa menerima dan si ulfa sendiri mau &#8230;. kenapa kita yang ribut ?! kayak kurang kerjaan aja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asop</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-523</link>
		<dc:creator>Asop</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 23:52:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-523</guid>
		<description>Yosh, jelas2 di UU ttg perkawinan nikah di bawah umur tuh ga boleh.... Edan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yosh, jelas2 di UU ttg perkawinan nikah di bawah umur tuh ga boleh&#8230;. Edan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nonasheila</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-520</link>
		<dc:creator>nonasheila</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:54:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-520</guid>
		<description>@gin : yang namanya pedo itu kalo ngeces sama anak di bawah umur, jadi kalo ada nenek2 umur 80 tahun kawin sama model umur 20 tahun itu bukan pedo gir....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@gin : yang namanya pedo itu kalo ngeces sama anak di bawah umur, jadi kalo ada nenek2 umur 80 tahun kawin sama model umur 20 tahun itu bukan pedo gir&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gin</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-517</link>
		<dc:creator>gin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:13:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-517</guid>
		<description>wah,. bagus juga pemikiranmu she..
jarang jarang ada yang memadukan antara pedopilia ama UU APP..

lagian, anggota DPR aneh2 aja.
undang2 yang mendesak belum diselesaiin,. malah yang kaya gini malah udah,.

tapi kalo tante2 suka ama daun muda termasuk pedo gag???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah,. bagus juga pemikiranmu she..<br />
jarang jarang ada yang memadukan antara pedopilia ama UU APP..</p>
<p>lagian, anggota DPR aneh2 aja.<br />
undang2 yang mendesak belum diselesaiin,. malah yang kaya gini malah udah,.</p>
<p>tapi kalo tante2 suka ama daun muda termasuk pedo gag???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nonasheila</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-508</link>
		<dc:creator>nonasheila</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 13:23:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-508</guid>
		<description>^
saya hanya mencontohkan, orang yang suka hentai yang aneh2 skalipun gak papa kalo dia gak nerapin di dalam kehidupan nyata :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>^<br />
saya hanya mencontohkan, orang yang suka hentai yang aneh2 skalipun gak papa kalo dia gak nerapin di dalam kehidupan nyata <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: esensi</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-507</link>
		<dc:creator>esensi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 11:06:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-507</guid>
		<description>*kok jadi ke hentai^^;;*
.
ahem, well...
negeri kita memang makin irasional saja ^^;;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*kok jadi ke hentai^^;;*<br />
.<br />
ahem, well&#8230;<br />
negeri kita memang makin irasional saja ^^;;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nonasheila</title>
		<link>http://butcherfly2608.wordpress.com/2008/10/31/say-no-to-pedo/#comment-504</link>
		<dc:creator>nonasheila</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 15:24:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://butcherfly2608.wordpress.com/?p=140#comment-504</guid>
		<description>@cat : lah asal gak diterapkan di kehidupan nyata, sama aja kek orang demen hentai bondeji, asal dia gak nerapin bondeji2 gitu ke istri ato pacarnya :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@cat : lah asal gak diterapkan di kehidupan nyata, sama aja kek orang demen hentai bondeji, asal dia gak nerapin bondeji2 gitu ke istri ato pacarnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
